comscore

Sapi di Kota Bandung Masih Bersih dari PMK

Roni Kurniawan - 12 Mei 2022 16:14 WIB
Sapi di Kota Bandung Masih Bersih dari PMK
ilustrasi Medcom.id
Bandung: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung memastikan hingga kini belum ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi. Hal itu dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa tempat ternak sapi termasuk rumah pemotongan hewan (RPH).

"Kota Bandung belum ditemukan, nol kasus PMK," kata Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gingin Ginanjar, saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 12 Mei 2022.
Baca: 2 Sapi di Jombang Mati Mendadak Tertular Wabah PMK Ternak dari Gresik

Dia menyebutkan telah menerjunkan petugas untuk memeriksan hewan ternak sapi di beberapa tempat guna memastikan bebas dari PMK. Hingga kini pun pengawasan dan pemeriksaan terus dilakukan agar tak kecolongan munculnya kasus PMK.

"Sejak isu itu ada dan sejak pertama kita berkantor 9 Mei lalu kita langsung terjun melakukan pengawasan pemeriksaan monitoring kepada kelompok peternak sapi domba di Kota Bandung," jelas Gingin.

Diakuinya saat di Bandung mayoritas sapi yang didatangan merupakan impor dari beberapa negara. Sedangkan sapi lokal dari daerah di Indonesia hanya beberapa ekor namun dengan pemeriksaan yang ketat.

"Jadi ada dua yang intens sapi yang masuk ke Kota Bandung, kepada peternak dan sapi yang datang ke RPH. Di RPH memang berasal dari luar, kita lakukan pemeriksaan dari sisi administrasinya," ungkap Gingin.

Selain itu sapi yang hendak masuk ke Kota Bandung pun wajib mengantongi izin kesehatan dari dokter hewan. Hal itu guna memastikan sapi yang masuk ke Kota Bandung dalam keadaan sehat dan layak untuk disembelih.

"Setiap sapi yang hadir harus mengantongi beberapa surat, salah satunya surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang menyatakan asal ternak, usia, kondisi, dan itu harus dikeluarkan oleh dinas yang mengelola ternak dan harus dokter hewan," bebernya.

Perketat Jalur Hewan Ternak

Pemkot Bandung akan lebih memperketat jalur masuk hewan ternak dari wilayah yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) seperti dari Aceh dan Jawa Timur. Masyarakat pun diminta melaporkan kepada instansi terkait jika menemukan hewan ternak yang terkena penyakit tersebut.

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, meminta aparat kepolisian dan dinas terkait untuk mengawasi jalur masuk hewan ternak. Ia juga meminta masyarakat tidak mengonsumsi hewan ternak yang terkena penyakit tersebut.

"Kami minta teman dari dinas untuk mengawasi jalur masuk suplai dari daerah-daerah yang memang terkena penyakit mulut dan kuku ternak. Meskipun secara teori, tidak menular ke manusia," kata Yana di Pendopo Kota Bandung.

Meski demikian jika hewan ternak yang terjangkit PMK dimakan dikhawatirkan berpengaruh negatif. Yana menambahkan masyarakat pun diminta segera melaporkan apabila menemukan hewan ternak yang terjangkit penyakit itu.

"Intinya mari kita awasi penyebarannya supaya tidak masuk sampai ke Bandung. Kita harus hati-hati lebih ketat," ungkap Yana.

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id