comscore

DPW NasDem Aceh Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual

Fajri Fatmawati - 19 Januari 2022 22:14 WIB
DPW NasDem Aceh Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual
Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPW Partai NasDem Aceh, Fevi Desy Noliza. Dokumentasi/ Istimewa
Banda Aceh: Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh menginisiasi pembentukan posko pengaduan kekerasan seksual di Aceh. Posko tersebut dibuka karena masih banyak korban kekerasan seksual yang enggan melapor.

Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPW Partai NasDem Aceh, Fevi Desy Noliza, bersama Garnita dan Wakil Bidang Hukum dan HAM, ditugaskan partai untuk melaksanakan tugas tersebut.
"Posko ini juga bagian dari intruksi DPP Partai NasDem terutama dari Bidang Perempuan dan Anak untuk membuka posko pengaduan bagi korban kekerasan seksual pada perempuan," kata Fevi di Banda Aceh, Rabu, 19 Januari 2022.

Baca: Diusik Arteria Dahlan, Warga Jabar Diajak Lestarikan Bahasa Sunda

Fevi mengungkapkan jumlah korban kekerasan seksual yang terjadi di masyarakat terus bertambah. Bahkan sepanjang 2021 telah terjadi ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan seksual di Indonesia, tidak terkecuali di Aceh.
 
"Saat ini masih banyak korban kekerasan seksual yang enggan melaporkan kasus yang mereka alami. Pada tahun 2019 Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Pemerintah Aceh mencatat bahwa ada 1067 korban kekerasan yang ditangani," jelasnya.

Menurut Fevi angka tersebut memang menurun pada tahun 2020 dengan mencatat 905 kasus, namun di tahun 2021 angka tersebut kembali naik ke angka 924 kasus dengan kasus terbanyak tercatat di Banda Aceh, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.
 
"Kekerasan seksual yang tidak terlapor tidak bisa dianggap remeh, oleh karenanya kami membuat posko pengaduan kekerasan seksual di kantor DPW Partai NasDem Aceh," ungkap Fevi.
 
Fevi menyebutkan angka kekerasan seksual yang belum terlapor jumlahnya diprediksi lebih besar ketimbang yang sudah muncul ke permukaan. Dengan adanya posko tersebut pihaknya mengharapkan masyarakat lebih berani menyuarakan pengalaman buruknya, dan menjadi pelajaran bersama tentang dampak dari kekerasan/pelecehan seksual.
 
"Itu yang sampai saat ini menjadi persoalan. Atas dasar itu kami akan terus mengawal dan mengadvokasi, mengingat angka kekerasan seksual masih banyak yang belum terjangkau. Posko pengaduan kekerasan seksual ini diharapkan dapat menjawab problem kekerasan seksual di berbagai daerah, khususnya di Aceh," ujarnya.
 

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id