Walhi: Pak Jokowi, Buktikan Kalsel Masih Indonesia

    Adri Prima - 16 Januari 2021 11:46 WIB
    Walhi: Pak Jokowi, Buktikan Kalsel Masih Indonesia
    Kondisi banjir di Kalsel (foto: antara)
    Jakarta: Banjir besar besar terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan tinggi mencapai 3 meter. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyebutkan jika bencana ini disebabkan oleh pertambangan dan perkebunan.

    Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono. Menurutnya banjir besar di Kalimantan Selatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bukan sekadar cuaca ekstrem, melainkan akibat rusaknya ekologi di tanah Borneo. Ia pun meminta agar Presiden Joko Widodo untuk datang langsung ke Kalsel.

    "Saya mendesak Presiden Jokowi bahwa Kalimantan Selatan ini masih Indonesia, jadi tolong, jangan hanya dikuras sumber daya alamnya saja, tapi juga diperhatikan, sekarang Kalsel dalam kondisi darurat bencana ekologis, konflik agraria juga luar biasa, Pak Jokowi segera turun ke Kalsel, buktikan bahwa Kalsel masih Indonesia," kata Kisworo kepada wartawan, Sabtu (16/1/2021). 

    Ia menambahkan berdasarkan catatan Walhi, sepanjang tahun 2020 sudah terdapat 814 lubang tambang milik 157 perusahaan batu bara yang masih aktif bahkan ditinggal tanpa reklamasi, belum lagi perkebunan kelapa sawit yang mengurangi daya serap tanah. 

    "Ini menunjukkan daya tampung daya dukung lingkungan di kalsel dalam kondisi darurat ruang dan darurat bencana ekologis, sudah sering kita ingatkan, dari total luas wilayah 3,7 juta hektar hampir 50 persen sudah dibebani izin pertambangan dan perkebunan kelapa sawit," lanjutnya. 

    Korban banjir Kalsel

    Sebanyak 3.571 unit rumah terendam banjir di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Banjir terjadi akibat hujan deras yang menyebabkan air sungai Balangan dan sungai Pitap meluap. 

    Rincian rumah yang terendam yakni di Kecamatan Halong, sebanyak 931 unit, dan Kecamatan Paringin 20 unit. Kemudian Kecamatan Juai 576 unit, Kecamatan Paringin Selatan 336 unit, Kecamatan Tebing Tinggi 836 unit dan Kecamatan Awayan 872 unit.

    Selain itu, BPBD Kabupaten Balangan juga melaporkan 11.816 jiwa terdampak banjir, antara lain di Kecamatan Halong 2.952 jiwa, Kecamatan Paringin 93 jiwa. Kemudian Kecamatan Juai 1.888 jiwa, Kecamatan Paringin Selatan 964 jiwa, Kecamatan Tebih Tinggi 2.828 jiwa dan Kecamatan Awayan 3.091 jiwa.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id