Ratusan Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren di Krapyak Terinfeksi Covid-19

    Ahmad Mustaqim - 05 November 2020 22:36 WIB
    Ratusan Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren di Krapyak Terinfeksi Covid-19
    Sejumlah santri di ponpes Krapyak pada Juli 2020. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
    Bantul: Ratusan santri serta pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Krapyak, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terinfeksi covid-19. Sebanyak 131 orang terkonfirmasi positif virus korona per Kamis, 5 November 2020.

    "Pemerintah Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul memberlakukan karantina mandiri untuk satu kompleks dan memberlakukan pembatasan aktivitas di 17 komplek lainnya di Pondok Krapyak," kata Kepala Desa Penggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi.

    Wahyudi mengatakan, kebijakan karantina dan pembatasan aktivitas dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran covid-19 lebih luas. Aktivitas di ponpes itu dipantau berkala. 
     
    "Karantina dan pembatasan aktivitas dilakukan setelah tracing covid-19 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Bantul bagi penghuni kompleks Pondok Pesantren Krapyak," ujarnya.

    Baca juga: Sebanyak 670 Pasien Covid-19 di Barito Kuala Sembuh

    Ia mengatakan, hasil penelusuran sejak 27 Oktober hingga 3 November, ada sebanyak 288 orang menjalani tes. Dari jumlah itu, 131 hasilnya positif covid-19. Menurut dia, sebagian besarnya merupakan santri dan pengasuh. 

    "Sejauh ini para santri dan pengasuh yang positif berada dalam kondisi yang baik dan tidak bergejala," ucap Wahyudi. 

    Menurut dia, pemerintah desa dan Dinas Kesehatan memaksimalkan layanan dan penggunaan media sosial untuk memberikan asistensi klinis sekaligus memantau perkembangan dari santri. Pihaknya juga telah memberikan bantuan logistik pendukung protokol kesehatan. 

    "Salah satunya dengan mendistribusikan bantuan hand sanitizer, masker, dan alat belajar mengajar," tuturnya. 

    Ia menambahkan akan berupya membantu penyelesaian kasus penularan covid-19 di ponpes itu. Wahyudi meminta warganya untuk memberikan dukungan.

    "Pemerintah desa harus tetap hadir dan berupaya memberikan pelindungan kepada warga, termasuk santri dan pengasuh yang tinggal di wilayah Desa Panggungharjo. Perlindungan warga menjadi prioritas utama kami," jelasnya.


    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id