Kota Semarang Ditargetkan Bebas Banjir pada 2021

    Akhmad Safuan - 03 Februari 2020 09:55 WIB
    Kota Semarang Ditargetkan Bebas Banjir pada 2021
    Proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Semarang, Jawa Tengah. (Foto: MI/Akhmad Safuan)
    Semarang: Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana menargetkan normalisasi sungai Kanal Bajir Timur (KBT) sepanjang 14,6 kilometer di Kota Semarang, Jawa Tengah, selesai pada Desember 2020. Harapannya, tahun depan Kota Lumpia terbebas dari banjir.

    "Proyek normalisasi KBT kita targetkan selesai tahun ini sehingga dapat mengatasi banjir juga sebagai sarana wisata dan kegiatan warga Semarang," ujar Kepala BBWS Pemali-Juana, Ruhban Ruzziyatno, Senin, 3 Februari 2020.

    Pemantauan di lokasi, beberapa pekerja di proyek normalisasi sungai KBT Kota Semarang tampak sibuk mengerjakan sejumlah bangunan yang belum rampung. Mulai menata taman di daerah aliran sungai (DAS) hingga pengecatan jembatan penghubung antara Sawah Besar-Barito.

    Ruhban mengatakan sungai KBT merupakan salah satu sistem pengendalian banjir yang diadopsi dari pemerintah kolonial Belanda, selain Kanal Banjir Barat (BKB). Proyek normalisasi tahap pertama, yakni KBB, memakan anggaran Rp185 miliar dan telah selesai.

    "Sekarang ini memasuki (normalisasi) tahap kedua dengan proyek senilai Rp77 miliar. Ditargetkan rampung tahun ini," imbuh dia.

    Normalisasi dan pembangunan BKT dengan memindahkan ribuan warga dan pedagang di sepanjang sungai itu, diperkirakan lebih baik dari KBB. Sebab KBT memiliki bantaran lahan lebih luas sehingga dapat dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kegiatan warga.

    Pada normalisasi KBB, lanjut dia, fasilitas yang dibangun salah satunya lanskap taman dan air mancur. Hasil normalisasi pun menjadikannya multifungsi baik sebagai pengendali banjir maupun wisata.

    "Dengan bantaran lahan lebih luas KBT akan lebih lengkap fasilitasnya," jelasnya.

    Ia menambahkan pada proyek normalisasi tahap kedua, pihaknya akan menggarap penataan di sepanjang bantaran, menata garis sempadan sungai, membuat jalan inspeksi, dan memasang pagar pembatas dari jembatan Jalan Majapahit hingga Tambakrejo. Termasuk  pengendali sedimentasi dan cekdam.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id