Penangguhan Penahanan Penghina Risma Dikaji

    Antara - 06 Februari 2020 18:13 WIB
    Penangguhan Penahanan Penghina Risma Dikaji
    Tersangka ZKR (tengah) di Polrestabes Surabaya. (ANTARA Jatim/ Hanif Nashrullah)
    Surabaya: Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya masih mengkaji penangguhan penahanan yang diajukan tersangka kasus ujaran kebencian dan pencemaran/penghinaan nama baik melalui akun media sosial Facebook terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). Penangguhan penahanan diajukan melalui kuasa hukumnya. 

    "Pengajuan penangguhan penahanannya masih sedang kami kaji apakah memenuhi syarat objektif dan subjektif dari perkara ini," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sudamiran di Surabaya, Kamis, 6 Februari 2020, melansir Antara. 

    Sudamiran menjelaskan salah satu alasan penangguhan penahanan, tersangka merupakan ibu rumah tangga dengan tiga orang anak. Tersangka mengajukan penangguhan penahanan karena memiliki anak kecil yang masih membutuhkan kasih sayang.

    "Juga ada anggota keluarga yang bersedia menjamin penangguhan penahanannya," ucapnya.

    Dia mengaku Polrestabes Surabaya masih belum mengabulkan pengajuan penangguhan penahanan tersebut. Pihaknya masih mengkaji permintaan tersangka. 

    "Penyidik Polrestabes Surabaya sampai sekarang masih sedang menyelesaikan proses penyidikan. Sementara tersangka ZKR masih kami tahan di Rumah Tahanan Polrestabes Surabaya," ucapnya.

    ZKR ditangkap polisi di kediamannya di Perumahan Mutiara Bogor Raya, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor. Dia diduga menghina Risma melalui akun media sosial Facebook miliknya.
     
    Warga Surabaya yang tak suka dengan penghinaan tersebut menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Polrestabes Surabaya. Mereka menuntut kepolisian segera menindak SKR.
     
    Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho mengatakan setelah melakukan pemeriksaan beberapa saksi, Dzikria dijemput di rumahnya, di Bogor, Jawa Barat. Kini, pelaku ditetapkan sebagai tersangka.
     
    Dzikria dinilai bersalah telah melakukan penghinaan, ujaran kebencian, dan pelanggaran UU ITE. Penyidikan kasus dimulai ketika polisi mendapatkan desakan dari masyarakat untuk mengusutnya.
     
    "Setelah ada laporan masuk ke kepolisian, kita lakukan pemeriksaan terhadap 16 saksi, termasuk ahli, hingga berujung pada penetapan tersangka," jelasnya.
     
    Pada 16 Januari 2020 akun ZKR dilaporkan ke polisi oleh Bagian Hukum Pemerintah Kota Surabaya karena dinilai menghina Risma. Dalam tangkapan layar akun Facebook tertanggal 16 Januari 2020 milik ZKR terdapat foto dengan keterangan, 'Anjiir...asli ngakak abis...nemu nih foto sang legendaris kodok betina.'



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id