Pemprov Sulsel Keluarkan Edaran Larangan Mudik bagi ASN

    Muhammad Syawaluddin - 03 Mei 2021 15:19 WIB
    Pemprov Sulsel Keluarkan Edaran Larangan Mudik bagi ASN
    Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Makassar, Sulawesi Selatan. Istimewa.



    Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak melakukan mudik lebaran 1442 Hijriah. Pelarangan tersebut dikeluarkan melalui surat edaran. 

    Larangan mudik atau bepergian keluar daerah oleh ASN dan keluarganya termaktub dalam surat edaran Gubernur Sulawesi Selatan dengan nomor: 005.2/4153/B.Org. Surat edaran tersebut dikeluarkan oleh Pemprov Sulawesi Selatan jelang pelarangan mudik skala nasional pada 6 Mei 2021 mendatang. 






    Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan bahwa surat edaran tersebut dikeluarkan menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tentang Pembatasan Kegiatan Ke Luar Daerah Bagi Pegawai ASN Dalam Masa Pandemi Covid-19.

    "ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu melakukan kegiatan ke luar daerah terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari Pejabat Pembina Kepegawaian di lingkungan internalnya," katanya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 3 Mei 2021.

    Andi Sudirman Sulaiman berharap surat edaran ini menjadi perhatian bagi seluruh ASN di Sulawesi Selatan. Karena, pihaknya akan memberikan sanksi kepada seluruh ASN yang memaksa atau nekat untuk melakukan mudik lebaran. 

    "Bagi yang melanggar aturan ini kita siapkan hukum disiplin berdasarkan aturan yang ada," katanya lagi. 

    Baca: Pemudik Kudus yang Positif Covid-19 Diisolasi di Rusunawa

    Hukuman disiplin tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (PP) Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS dan PP Nomor 49 Tahun 2018 Tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. 

    "Selain larangan melakukan mudik, ASN juga tidak dapat mengajukan cuti lebaran. Hanya saja jika ada urusan mendesak terkait pekerjaan di setiap instansi maka harus menggunakan surat tugas," jelasnya. 

    Sebagai upaya untuk memaksimalkan pelarangan aktivitas mudik tersebut pihaknya membentuk tim dan membuat posko di beberapa perbatasan yang menjadi jalur bagi pengendara untuk melakukan mudik. Tim akan melakukan pengecekan pembatasan mobilitas masyarakat yang akan melintas, dan memastikan penanganan kesehatan bagi warga yang terindikasi positif covid-19. 

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id