Jateng Mulai Vaksinasi Lansia dan Masyarakat

    Media Indonesia.com - 21 Februari 2021 11:31 WIB
    Jateng Mulai Vaksinasi Lansia dan Masyarakat
    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua dari kiri). (Foto: MI/Haryanto)
    Semarang: Sebanyak 1.400.000 dos atau 140.030 vial vaksin covid-19 gelombang II tiba di Gedung Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Jalan Tambak Aji, Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu, 21 Februari 2021.

    "Teman-teman dari Dinkes sedang persiapan nanti seluruh vaksin (disimpan) di sini,'' kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ketika mengecek lokasi gudang di sela gowes, Minggu, 21, Februari 2021.

    Menurutnya, ada beberapa skenario yang disiapkan untuk distribusi vaksin gelombang II. Selain untuk pelayan publik dan lansia, vaksin juga akan diberikan untuk kelompok masyarakat seperti pedagang pasar. Hal ini, seperti yang sebelumnya dilakukan di Pasar Tanah Abang, Jakarta.

    ''Nanti kita akan coba beberapa kelompok masyarakat seperti pasar. Seperti kemarin pak Presiden melihat di Tanah Abang Jakarta, kita akan coba di Solo. Sehingga nanti harapannya akan lebih banyak (sasarannya),'' tutur Ganjar.

    Pihaknya juga sedang menyiapkan titik pelaksanaan vaksin untuk pelayan publik. Harapannya, dengan titik-titik yang disiapkan tersebut proses vaksinasi pada pelayan publik yang jumlahnya ribuan akan berlangsung cepat.

    Baca juga: 7.301 Warga Terdampak Banjir Kalsel Masih Mengungsi

    ''Jadi target kita cepat. Harusnya tidak sulit karena datanya sudah ada, lokasinya sedang disiapkan, nanti tinggal kapasitas yang ada kita mau itu dioptimalkan, ini soal cerita mekanisme menyusun,'' ujarnya.

    Selain Solo, lanjut Ganjar, Kota Semarang juga dipilih untuk pelaksanaan vaksinasi bagi kelompok masyarakat pasar. Pertimbangannya, adalah pusat keramaian dan kegiatan ekonomi.

    Di sisi lain, usulan pasar ini juga sudah lama disiapkan. Yakni saat dirinya dipanggil dalam rapat bersama 5 gubernur lain dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

    ''Dulu waktu kita rapat di Jakarta di istana dengan5  gubernur, setelah pak presiden bicara pasar, kita usulkan juga beberapa kelompok masyarakat yang lain, sopir, pedagang keliling trus ada usulan guru tapi guru kan sudah masuk pelayan publik, tokoh agama termasuk yang ada di pesantren, para pendeta dan sebagainya yang tiap hari ketemu dengan orang itu jadi prioritas. Waktu itu Pak Presiden bilang, 'Pak Gubernur ke saya, siapkan itu pasarnya', (kami jawab) 'ya Pak bagaimana kalau Solo sama Semarang, gitu, jadi kita siapkan dua skenario itu,'' terang Ganjar. (Haryanto)


    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id