Petani Cabai Dusun Pucuk Kaya Mendadak, Borong Perhiasan dan Kendaraan

    Clicks.id - 30 Maret 2021 13:55 WIB
    Petani Cabai Dusun Pucuk Kaya Mendadak, Borong Perhiasan dan Kendaraan
    Salah satu warga membeli motor baru dari hasil menjual cabai (Foto / Metro TV)



    Mojokerto: Ratusan petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, ramai-ramai memborong kendaraan bermotor hingga perhiasan. Beberapa di antara mereka bahkan memborong mobil, hewan ternak serta merenovasi rumah.

    Aksi borong barang berharga ini dilakukan menyusul harga cabai yang meroket sejak dua bulan terakhir. Ratusan petani cabai kaya mendadak, setelah harga cabai tembus Rp120.000 per kilogram.






    "Alhamdulilah sejak harga cabai mahal perekonomian warga meningkat. Banyak dibelikan barang-barang berharga. Setahu saya ada puluhan sekitar 30 sampai 50 motor. Ada juga beli mobil," kata Kepala Desa Pucuk Nanang Sudarmawan, Selasa, 30 Maret 2021.

    Nanang mengatakan, di Desa Pucuk, hampir 95 persen dari total sekitar 1.100 KK (kepala keluarga) merupakan petani cabai. Ratusan warga itu tersebar di lima dusun, yaitu Dusun Wotgaru, Dusun Pucuk,Dusun Brejel Lor, Dusun Brejel Kidul, Dusun Kwarigan.

    Baca: Harga Cabai Rawit Merah di Baturaja Tembus Rp150 Ribu/Kg

    Menurut Nanang, paling banyak petani cabai yang memborong kendaraan motor berada di Dusun Pucuk. Sebab, di lahan cabai di dusun tersebut cukup luas, dengan mayoritas petani cabai.

    Dia menyebut, harga cabai pada 2021 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Harga cabai yang naik signifikan pun bertahan hampir dua bulan. Mulai dari Rp50 ribu per kg di awal panen Februari, terus naik mencapai Rp95 ribu per kg. Selain itu, minimnya ketersediaan cabai di luar daerah membuat petani Dawarblandong menjadi pemasok.

    Selain itu, hampir sebagian warga bertani cabai memiliki hasil panen yang melimpah. Pengiriman pun dilakukan, hingga Kota Semarang, Surabaya, Gresik, bahkan pulau Bali.

    "Sekali panen memperoleh dua sampai tiga kwintal. Itu setiap seminggu sekali kalau dikalikan sekitar Rp24 juta dan bisa panen bisa sampai 10-12 kali satu petani dikirimnya justru keluar," terangnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id