BNN Telusuri Dugaan Kebun Ganja di Tasikmalaya

    Antara - 22 Oktober 2020 21:46 WIB
    BNN Telusuri Dugaan Kebun Ganja di Tasikmalaya
    Petugas menunjukan tanaman ganja di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. ANTARA/BNN Tasikmalaya
    Tasikmalaya: Badan Narkotika Nasional (BNN) Tasikmalaya, Jawa Barat, menerjunkan tim untuk menelusuri kebenaran dugaan adanya kebun ganja yang sengaja ditanam oleh seseorang.

    Informasi didapat dari penggerebekan rumah warga yang menanam ganja menggunakan poly bag di Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa, 20 Oktober 2020.

    "Makanya kami dari tim sedang turun ke lapangan dalam rangka lidik kebun yang ditanam (ganja), mungkin yang namanya kebun lebiih besar daripada poly bag," kata Kepala BNN Tasikmalaya, Tuteng Budiman, di Tasikmalaya, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Baca: RSUD Singkawang Hentikan Pemeriksaan Tes Usap Covid-19

    Dia menjelaskan dari penggerebekan tersebut turut ditangkap empat orang yang salah satunya merupakan pemilik rumah. Hasil pemeriksaan dari tersangka mengaku pernah menanam ganja di suatu tempat, namun lokasi tepatnya tidak diketahui dengan alasan lupa sehingga petugas berupaya menelusurinya.

    "Dari keempat tersangka ini kita terus dalami, tadi ada pengakuan dari salah seorang, dia mengetahui bahwa dia pernah menyuruh untuk menanam, tapi yang bersangkutan tidak tahu di mana ditanamnya," jelas Tuteng.

    Adanya pengakuan dari tersangka itu, tim dari BNN Tasikmalaya menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan keberadaan kebun ganja.
    BNN Tasikmalaya juga melibatkan masyarakat setempat untuk menelusuri dugaan adanya tanaman ganja di wilayah itu.

    "Saya harapkan warga kooperatif bisa menunjukkan, jangan sampai menutupi, karena akan berbahaya bagi masyarakat jika generasi mudanya mengkonsumsi ganja," ungkapnya.

    Tuteng menambahkan BNN Tasikmalaya saat ini masih memeriksa lebih lanjut para tersangka untuk mengungkap fakta lain dalam kasus penanaman dan penjualan ganja di wilayah Tasikmalaya.

    Ia berharap upaya pengungkapan kasus tersebut mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, terutama bisa membantu mengedukasi masyarakat agar tidak menanam ganja.

    "Ini bukan untuk pribadi saya, itu untuk warga sendiri, nanti akan terasa apabila ada anak dan saudara yang terkena," ujarnya.

    Sebelumnya petugas menemukan 45 pohon ganja berbagai ukuran milik penghuni rumah inisial M, 50, yang sengaja ditanam dengan bibit awal didapat dari orang lain.

    Ganja yang ditanam warga itu diketahui sudah dilakukan bertahun-tahun untuk kebutuhan sendiri dan juga dijadikan lahan bisnis dengan cara menjualnya ke sejumlah daerah di Tasikmalaya dan luar kota.


     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id