Lembata Zona Merah Covid-19

    Media Indonesia.com - 13 November 2020 06:15 WIB
    Lembata Zona Merah Covid-19
    Ilustrasi. Medcom.id
    Lembata: Pemerintah Kabupaten Lembata mengumumkan adanya empat warga di Kota Lewoleba, Nubatukan, Lembata, Nusa Tenggara Timur, terkonfirmasi positif covid-19. Akibatnya, kini Kabupaten Lembata menyandang status zona merah covid-19. 

    "Ada empat kasus baru terkonfirmasi positif covid-19," ujar Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata, Lucia Chandra, melansir Media Indonesia, Jumat, 13 November 2020. 

    Dia menerangkan, tiga dari empat warga terkonfirmasi covid-19 merupakan transmisi lokal dan satunya merupakan pelaku perjalanan dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Dua dari pasien covid-19 berprofesi sebagai guru, di dua sekolah yakni TK dan SD. 

    Masing-masing berinisial YMK, 51, warga Lamahora Timur, Kelurahan Lewoleba Timur, AB, 54, warga Lamahora Timur yang merupakan pasangan suami istri, MMDS, 38, warga Komak, Lewoleba Selatan dan ML, 61, warga Lewoleba Tengah. 

    Tiga pasien terkonfirmasi covid-19 itu terpapar akibat transmisi lokal, sebab ketiganya tidak pernah keluar daerah. Sedangkan satu lainnya memiliki riwayat pernah keluar daerah yakni ke Larantuka, Kabupaten Flores Timur. 

    Baca: Klaster Baru di Trenggalek, 72 Santri Positif Covid-19

    "Semua sedang dirawat di RSUD Lewoleba dan tim dari Dinas Kesehatan dengan Satgas Covid-19 bagian pencegahan sudah lakukan tracing contact dan mereka isolasi mandiri dan dalam keadaan baik dan tetap diobservasi dari tim medis Puskesmas Lewoleba," terangnya. 

    Dia menuturkan, tiga orang pasien covid-19 dirawat dengan penyakit bawaan dan satu pasien lainya tidak. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan selalu mematuhi protokol kesehatan dengan memakai.masker, menghindari kerumunan dan menjaga jarak. 

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan olahraga Kabupaten Lembata, Silvester Samun, mengatakan dua guru yang terkonfirmasi positif covid-19 saat ini sudah ditangani tim medis di RSUD Lewoleba. Tempat mengajar kedua guru itu ditutup. 

    "Aktivitas belajar mengajar di dua sekolah tersebut langsung dihentikan sejak Senin, 9 November 2020," ucap Samun.

    Pihak Dinas PKO Kabupaten Lembata dalam waktu dekat akan mengeluarkan edaran berkaitan aktivitas tatap muka bagi semua sekolah di Kabupaten Lembata. Hingga kini, aktivitas belajar mengajar di sekolah di Lembata masih dilaksanakan  menggunakan sistim sif.


    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id