Gundukan Baru di Puncak Merapi Diduga Jadi Sumber Awan Panas

    Ahmad Mustaqim - 07 Januari 2021 11:41 WIB
    Gundukan Baru di Puncak Merapi Diduga Jadi Sumber Awan Panas
    Ilustrasi Gunung Merapi. (Foto: ANTARA)
    Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menduga gundukan baru yang muncul di puncak Gunung Merapi jadi sumber awan panas. Awan panas guguran diketahui muncul pada Kamis pagi, 7 Januari 2021 

    "Tadi pagi terjadi awan panas guguran pukul 08.02 WIB, dengan amplitudo 28 ml, durasi 154 detik," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, di Yogyakarta. 

    Guguran awan panas itu terjadi di arah barat daya dengan tinggi kolom asap sekitar 200 meter. 

    "Jarak luncuran (awan panas) tidak teramati, hanya terlihat di puncaknya," ujar dia. 

    Baca juga: Kota Bandung Tak Janji Ikut Terapkan PSBB Jawa-Bali

    Melihat durasi guguran, lanjut Hanik, jaraknya tidak begitu jauh. Ia memperkirakan luncuran awan kurang dari satu kilometer. 

    "Dari data seismik durasi 154 detik. Ini awan panas guguran pertama kecil yang terjadi," ungkapnya. 

    Hanik mengatakan dugaan gundukan kecil di puncak Gunung Merapi akan menjadi sumber munculnya awan panas didasarkan pada arah luncuran awan panas di barat daya. 

    Sampai saat ini, BPPTKG belum memperoleh laporan soal hujan abu. Ia menilai hujan abu potensi cukup kecil karena luncuran awan panas tidak dalam skala besar. 

    Hanik mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Merapi tetap waspada dengan munculnya awan panas itu. Status Gunung Merapi masih siaga dan kawasan rawan bencana masih berjarak lima kilometer dari puncak. 

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id