KRL Solo-Yogyakarta Beroperasi Oktober 2020

    Media Indonesia.com - 26 Juni 2020 20:09 WIB
    KRL Solo-Yogyakarta Beroperasi Oktober 2020
    Menhub Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan Stasiun Solo Balapan menghadirkan KRL yang akan beriperasional Oktober mendatang. (Foto:MI/Widjajadi)
    Solo: Kereta rel listrik (KRL) segera hadir di Solo, Jawa Tengah, untuk melayani relasi Solo-Yogyakarta dan sebaliknya menggantikan Kereta Pramex (Prambanan Expres). KRL itu ditargetkan beroperasi pada Oktober 2020.

    "Di dua kota ini terdapat bandara. Seperti Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) didukung kereta api yang baru selesai dibangun 2021. Sedangkan Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo sudah ada," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Stasiun Solo Balapan, Jumat, 26 Juni 2020.

    Menurut Budi, kehadiran KRL Solo-Yogyakarta, agian dari persiapan transportasi kereta api menuju era normal baru. Kota Solo dan Yogyakarta dinilai sebagai salah satu daerah yang secara transportasi sangat lengkap dan bahkan terbaik untuk dicontoh daerah lain.

    "Kelebihan Kota Solo lainnya adalah keberadaan Terminal Tipe A Tirtonadi yang lokasinya dekat dengan Stasiun Solo Balapan," lanjut dia.

    Baca juga: Longsor di Palopo Sulsel Memutus Jalan Provinsi

    Selain itu, kata Budi, pihaknya juga akan menambah fasilitas di terminal berupa gedung serbaguna berkapasitas 2.000 orang dilengkapi sarana olahraga, musik, dan lainnya.

    "Nanti bisa dimanfaatkan bagi anak muda di Solo untuk beraktivitas. Kami bangun mulai bulan depan," katanya.

    Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri, membeberkan, inspeksi Menhub di Stasiun Solo Balapan untuk melihat kesiapan pengoperasian KRL Solo-Yogyakarta yang ditargetkan mulai Oktober 2020.

    Operasional akan dilaksanakan secara bertahap dengan relasi Yogyakarta-Klaten terlebih dulu, baru dilanjutkan sampai Solo pada Desember 2020. Dari laporan PT KAI, penumpang KA Pramex relasi Solo-Yogyakarta saat ini sanggat tinggi sehingga perlu ditambah dengan menggantinya dengan KRL.

    "Sistem pengoperasiannya sama dengan KRL di Jabodetabek. Sejauh ini unuk mencukupi kebutuhan gerbong KRL, masih diprodukasi PT INKA. Nantinya untuk tarif KRL masih sama dengan KA Pramex. Pertimbangannya, KRL lebih efisien ramah lingkungan, dan kapasitas banyak," jelas Zulfikri. (Widjajadi)

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id