Pemprov Jatim Sebut Pernyataan Risma Hoaks

    Amaluddin - 23 Juni 2020 07:28 WIB
    Pemprov Jatim Sebut Pernyataan Risma Hoaks
    Walikota Surabaya Tri Risma Harini -- MI/M Irfan
    Surabaya: Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, menyebut pernyataan Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, hoaks atau tidak benar. Heru tegas membantah Risma yang menyebut Pemprov Jatim mengeluh, terkait ketersediaan ruang isolasi RSUD dr Soetomo Surabaya.

    "Tidak betul itu (pernyataan Risma). Saya tegaskan bahwa Pemprov Jatim masih memiliki Rumah Sakit Lapangan di Jalan Indrapura Surabaya, dan kondisinya masih ada bed isolasi yang tersedia. Meski overload, RSUD Dr Soetomo Surabaya masih melayani perawatan pasien covid-19 dan belum penuh," kata Heru, di Surabaya, Jatim, Senin malam, 22 Juni 2020.

    Heru menyesalkan pernyataan Risma yang menyebut Pemprov Jatim menanyakan ketersediaan ruangan isolasi RS Husada Utama Surabaya ke Pemkot Surabaya. Dia beranggapan, seakan Pemprov meminta bantuan Pemkot Surabaya untuk menampung pasien covid-19.

    Sementara itu, Direktur RSUD Dr Soetomo yang juga Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Joni Wahyuadi, mengungkap pernyataan Risma disampaikan dalam rapat koordinasi, dan evaluasi usai pelaksanaan PSBB Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) di Mapolda Jatim pada Minggu malam, 21 Juni 2020.

    Baca: Ratusan Perawat di Jatim Terpapar Covid-19

    Saat rapat, kata Joni, Risma menyampaikan RS Husada Utama Surabaya sudah membeli 200 bed (ranjang) dan belum terpakai. Risma menyayangkan jika bed itu tidak digunakan. Terlebih, kondisi RS milik Pemprov Jatim yakni RSUD Dr Soetomo, RS Haji Sukolilo, RS Jiwa Menur, mulai kelebihan kapasitas.

    "Kalau 200 bed belum terpakai kan sayang-sayang kalau enggak dimanfaatkan, yang kita rawat kan juga rakyat Surabaya. Kita juga tidak minta bantuan ke Pemkot," terangnya.

    Dia melanjutkan, 82 persen pasien di RSUD dr Soetomo berasal dari Surabaya. Pihaknya berharap pasien bisa dirujuk ke RS Husada Utama. 

    "Tapi setelah kita telpon ke Direktur RS Husada Utama, ternyata bilangnya penuh dan tidak ada ruangan," terangnya.

    Justru sebaliknya, kata Joni, RS Husada Utama meminta bantuan Pemprov Jatim untuk menyediakan tenaga kesehatan. Mengingat RS Husada Utama ingin mengembangkan hingga 30 bed.

    "Tenaga kesehatannya susah, malah minta bantuan ke kami agar bisa menyediakan. Akhirnya karena sama-sama penuh, kami tidak jadi merujuk ke RS Husada Utama," terangnya. 

    Dikonfirmasi terpisah, Dirut RS Husada Utama Surabaya, Didi D Dewanto, mengaku sudah dikontak oleh Dinkes Kota Surabaya. Dia menerangkan, 200 bed yang disediakan untuk isolasi untuk orang tanpa gejala (OTG), karena tidak perlu perawatan khusus.

    "Tapi untuk menampung pasien yang bergejala, kami tidak kuat tenaga kesehatannya. RS Husada Utama memang penuh untuk pasien yang bergejala. Hanya untuk OTG dan masih bisa (untuk digunakan)," kata Didi.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id