SMK di Jombang Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

    Amir Zakky - 04 September 2020 12:03 WIB
    SMK di Jombang Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka
    Siswa SMK Negeri 3 Jombang, Jawa Timur saat praktik. Medcom/Amir
    Jombang: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Jombang, Jawa Timur, mulai memberlakukan pembelajaran dengan sistem tatap muka Jumat, 4 September 2020. Sistem diberlakukan atas izin dari Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud yang menyebut mata pelajaran yang sifatnya praktik boleh dilakukan di bengkel atau laboratorium.

    Dari pantauan, Sekolah kejuruan yang berlokasi di Jalan Pattimura ini nampak dipenuhi para siswa dengan seragam pramuka. Di depan gerbang, mereka nampak dicek suhu tubuh, dan diminta untuk cuci tangan sebelum masuk ke kelas masing-masing.

    Wakil Kepala SMK Negeri 3, Bidang Kesiswaan, Sugiharto mengatakan uji coba pembelajaran tatap muka diberlakukan khusus untuk siswa yang mendapatkan mata pelajaran praktikum. Seluruh siswa yang masuk, juga dilakukan pembatasan maksimal 9 siswa dalam satu rombel (rombongan belajar) atau maksimal 350 siswa.

    “Pembelajaran tatap muka ini bukan secara umum, tapi hanya siswa yang ikut pembelajaran praktik. Yang tidak praktik tetap ikut pembelajaran daring. Jadi tidak semua,” kata Sugiarto.

    Baca: Praktikum SMK Boleh Tatap Muka, Pelajaran Teori Diminta Tetap Daring

    Secara teknis pembelajaran tatap muka digelar secara bergelombang yakni dibagi dua sif. Satu sesi maksimal 150 orang. Teknis tersebut juga sudah sesuai dengan petunujuk dari Dirjen Vokasi Kemendikbud, yang menyebut maksimal 15 persen untuk satu sesi pembelajaran. 

    “Makanya kita bagi dua sesi pembelajaran tatap muka. Setiap sesi kita hanya lakukan tiga jam saja. Kita juga bagi pintu masuk, di sisi selatan dan utara untuk menghindari siswa berkerumun saat masuk,” bebernya.

    Uji coba pembelajaran tatap muka untuk sekolah tangkit SMA/SMK di Jombang ini diketahui sudah direncanakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kabupaten Jombang per hari ini, Jumat, 4 September 2020. Namun, rencana tersebut belum bisa dilakukan secara penuh. Bahkan, dari total 18 SMA/SMK yang ada di Jombang, hanya 10 SMA/SMK yang siap melakukan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara kekat. 

    “Kemarin dari 18 itu ada 10 sekolah yang siap. Yang pasti, sekolah negeri SMA maupun SMK semuanya sudah siap. Sedangkan untuk di tingkat SMA, pembelajaran tatap muka baru bisa dilakukan serentak pada Senin, 7 September 2020,” terang Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim, Wilayah Kabupaten Jombang ,Trisilo Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi.

    Diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, kasus covid-19 ada sebanyak 681 kasus. Dari jumlah tersebut, Jombang masih masuk kategori zona orange atau resiko sedang penyebaran covid-19 dengan total 52 orang meninggal, 70 orang menjalani perawatan, dan 552 orang dinyatakan sembuh.


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id