IPB Akan Riset Program One CEO One Village

    Rizky Dewantara - 15 Februari 2020 10:23 WIB
    IPB Akan Riset Program One CEO One Village
    Wamendes Budi Arie Setiadi. Foto: MI/Ramdani
    Bogor: Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menunjuk Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan riset program pemberdayaan praktek peningkatan perekonomian desa. Program tersebut yaitu One Village One CEO yang akan menggeser pola pembinaan menjadi pendampingan langsung oleh CEO Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

    "Tingginya angka kemiskinan pedesaan yang diprediksi mencapai 10,3 persen, membuat kami mendesain program bersama yaitu One village one CEO. Sebagai solusi dari masalah kemiskinan, dengan menggeser pola pembinaan menjadi pendampingan yang langsung dilakukan oleh CEO Bumdes," kata Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi, kepada Medcom.id, Sabtu, 15 Februari 2020.

    Budi menjelaskan program tersebut akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang inovatif dan kreatif dalam membangun desa. Meneurut Budi kunci dari kemajuan desa adalah SDM yang inovatif dan kreatif.

    Budi kembali mengatakan berbagai pihak dilibatkan mulai dari akademisi dalam hal ini IPB sebagai lembaga yang melakukan riset dan pemberdayaan praktek peningkatan perekonomian desa. IPB siap mendukung penuh demi terwujudnya Program One Village One CEO.

    "Selama ada kreatifitas, apapun tantangan maupun hambatan pasti bisa di hadapi," jelas Budi.

    Budi menegaskan kolaborasi dengan kampus IPB amat dibutuhkan yang memiliki SDM melimpah tentunya sudah sangat siap. "Hal utama dari program tersebut adalah pembentukan Bumdes yang idealnya menjadi pusat perdagangan dan distribusi desa," ungkap Budi.

    Sementara Rektor IPB, Arif Satria, menuturkan pihaknya siap berkolaborasi dengan pihak swasta guna melahirkan Sosiopreneur yang akan meningkatkan taraf perekonomian pedesaan.

    "Mereka nantinya diharapkan mampu menularkan ilmunya kepada masyarakat di pedesaan," kata Arif.

    Arief memaparkan sinergi dan kolaborasi perlu dilakukan untuk mewujudkan pertanian yang maju dan sejahtera. Jika dibiarkan begitu saja, pertanian akan menjadi sebuah beban. Namun apabila diberdayakan dengan percepatan dan tekhnologi yang canggih maka akan menjadi kekuatan.

    "Bahkan peningkatan kemajuan teknologi di bidang pertanian maupun peternakan ini bisa menjadi kekuatan kita, dalam menopang tekhnologi nasional," pungkas Arif.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id