5 Fakta Pungli di TPU Cikadut Bandung

    Cindy - 11 Juli 2021 14:23 WIB
    5 Fakta Pungli di TPU Cikadut Bandung
    Ilustrasi petugas penguburan jenazah pasien covid-19. Medcom.id/Roni Kurniawan



    Jakarta: Kasus pungutan liar (pungli) terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Kota Bandung, Jawa Barat. Pungli khusus dilakukan terhadap keluarga jenazah covid-19. 

    Salah satu oknum pungli diketahui bernama Redi. Dia merupakan salah seorang koordinator pungli pemakaman jenazah covid-19 di TPU Cikadut. 

     



    Berikut kumpulan fakta yang dirangkum tim Medcom.id terkait pungli di TPU Cikadut. 

    1. Keluarga korban dimintai uang Rp4 juta

    Kasus pungli pemakaman covid-19 menimpa Yunita Tambunan yang hendak menguburkan jenazah ayahnya bernama Binsar Tambunan di TPU Cikadut pada Selasa, 6 Juli 2021. Yunita dimintai uang sebesar Rp4 juta untuk pemulasaran jenazah ayahnya. 

    "Kemudian saya bilang ke Pak Redi. Pak Redi kami tidak menginginkan papah kami meninggal karena covid-19, buka hati lah, kasih kami keringanan, karena kasus PPKM dan biaya hidup yang tinggi bagaimana kami harus mencari uang," kata Yunita di Bandung, Minggu, 11 Juli 2021. 

    Kesepakatan pun terjadi dan Yunita harus membayar sebesar Rp2,8 juta untuk proses pemusalaran jenazah ayahnya. Rincian yakni biaya tukang gali sebesar Rp1,5 juta, tukang pikul Rp1 juta dan salib Rp300 ribu.

    Baca: Pungli di TPU Cikadut Bandung, Keluarga Diminta Rp4 Juta

    2. Pungli menyasar semua agama

    Pungli yang terjadi di TPU Cikadut tidak hanya menyasar keluarga korban covid-19 non muslim. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil lewan Twitter pribadinya @ridwankamil. 

    "Oknum-oknum  tersebut ternyata melakukan modus tidak hanya kepada nonmuslim, namun kepada keluarga jenazah covid yang muslim juga," kata Ridwan Kamil dikutip dari Twitter. 

    3. Pemakaman jenazah covid-19 harusnya gratis

    Ridwan Kamil menegaskan pemakaman jenazah pasien covid-19 tidak dipungut biaya.  Petugas pemakaman pun sudah mendapat pembayaran dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten/Kota sebagai instansi pengelola.

    Oknum pungli sudah mengembalikan uang kepada keluarga yang menjadi korban. "Kami memohon maaf atas dinamika yang terjadi di lapangan, karena seharusnya hal ini tidak terjadi," ucap Ridwan Kamil.

    Baca: Ridwan Kamil Tegaskan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Gratis

    4. Pelaku pungli tenaga pemikul tambahan

    Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari, menjelaskan oknum petugas lapangan di TPU Cikadut yang diduga melakukan pungli tersebut merupakan tenaga pemikul tambahan. Tenaga pemikul tambahan adalah petugas yang diakomodasi pada Februari 2021 untuk membantu proses pemikulan jenazah.

    "Oknum tersebut bernama Redi bukan Staf UPT TPU Cikadut. Tapi yang bersangkutan petugas pemikul jenazah yang kami angkat Februari 2021 menjadi PHL pemikul jenazah, untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di TPU Cikadut,” ungkap Bambang.

    5. Pelaku dipecat

    Pemerintah Kota Bandung telah memberhentikan petugas pemikul yang diduga melakukan pungli terhadap keluarga jenazah covid-19. Oknum tersebut juga tengah menjalani pemeriksaan kepolisian. 

    “Oknum yang bersangkutan kami tindak tegas dengan pemberhentian. Oknum yang bersangkutan juga sedang menjalani pemeriksaan di Polsek setempat,” kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.  

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id