BPIP: Pancasila Melindungi Masyarakat

    Gervin Nathaniel Purba - 19 Juni 2021 17:27 WIB
    BPIP: Pancasila Melindungi Masyarakat
    Suasana dialog Kebangsaan, bertajuk Rajut Erat Nilai-Nilai Pancasila, di Kota Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Dok. BPIP)



    Palu: Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prakoso menyampaikan, Pancasila berperan untuk melindungi semua lapisan masyarakat. Termasuk warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.

    "Itulah yang harus dilindungi bersama," kata Prakorso, saat menjadi pembicara kunci, pada acara Dialog Kebangsaan, bertajuk Rajut Erat Nilai-Nilai Pancasila, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 Juni 2021.

     



    Prakorso memberi contoh pada peristiwa bencana di Palu, pada 2018. Pada saat itu, seluruh masyarakat Indonesia memberikan empati kepada warga Palu. Hal ini mendorong setiap orang untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana di Palu. 

    "Masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua," kata Prakorso.

    Kemudian, seluruh masyarakat Indonesia juga mewujudkan sila ketiga Pancasila dalam bentuk gotong royong membantu korban bencana alam. 

    Contoh lainnya, hak warga negara Indonesia untuk mendapatkan pemimpin yang baik dilindungi Pancasila dalam sila keempat. Semua warga negara diberikan keadilan untuk memilih para pemimpinnya, baik sebagai pemimpin di masyarakat sampai dengan Pemimpin Negara.

    "Untuk itu, Pancasila sebagai dasar negara harus ada di setiap jati diri anak bangsa Indonesia, agar kesepakatan bersama, cita-cita dari bangsa, dan negara ini diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat," kata Prakoso.

    Selain itu, masyarakat, khususnya orang tua, sangat diharapkan Prakoso untuk melindungi anak-anaknya. Sebab, anak-anak saat ini yang sudah sangat akrab dengan teknologi informasi yang mudah mendapatkan informasi dari media sosial.

    Kalau tidak diawasi, maka mereka akan mendapatkan pendidikan dan informasi yang berseberangan dengan Pancasila. 

    "Maka bapak-ibu juga harus kembali ke Pancasila. Bapak-ibu juga jangan mengakses dan memviralkan nilai-nilai yang berbeda dengan Pancasila," katanya.

    BPIP: Pancasila Melindungi Masyarakat
    (Foto: Dok. BPIP)

    Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengapresiasi pembinaan ideologi Pancasila yang dilakukan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Selama ini, Pemkot Palu kerap kewalahan memenuhi permintaan masyarakat terkait upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
     
    Kepala Badan Kesbangpol Kota Palu Abidin mengatakan, pihaknya kerap kesulitan memiliki fasilitas untuk informasi terkait konsensus bernegara. Kehadiran BPIP bisa menjadi jawaban untuk kebutuhan masyarakat Palu.
     
    "Oleh karena itu, saya harap BPIP mengakomodir aspirasi masyarakat itu untuk mendapatkan pembinaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika," kata Abidin.

    Pembinaan ideologi Pancasila di Palu sebetulnya sudah terjalin melalui kerja sama secara tertulis antara Wali Kota Palu dengan BPIP. Kerja sama ini akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang akan ditandatangani oleh Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP dan Badan Kesbangpol Kota Palu.
     
    Menurut Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Muhammad Iqbal, dari kerja sama tersebut, rencananya akan dilaksanakan kegiatan nasional dalam bentuk launching atau pencanangan akseptasi aktualisasi Pancasila skala nasional.
     
    Hal itu dia ungkapkan dalam acara Dialog Kebangsaan bertajuk Rajut Erat Nilai-Nilai Pancasila di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
     
    "Semoga kerja sama yang dibangun berjalan dengan baik dan lancar dan diridhoi Tuhan Yang Maha Esa," kata Iqbal.
     
    Iqbal mengatakan, Pancasila harus selalu dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak bangsa tidak boleh melakukan hal yang bersimpangan dengan Pancasila karena mempertahankan Pancasila sama dengan menjaga NKRI.
     
    Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan, ketika ada kesempatan kerja sama dengan BPIP, maka dirinya langsung menerima tawaran itu. "Saya tidak tanggung-tanggung menerima tawaran itu," kata Hadianto.
     
    Hadianto memiliki semangat untuk menunjukkan kepada daerah lain bahwa Palu bisa menjadi kota yang bisa membumikan Pancasila. Hal ini sangat penting, karena sejumlah daerah di Sulawesi Tengah cukup identik dengan kekerasan dan bisa menyebabkan perpecahan.
     
    "Saya berharap bahwa kerja sama dengan BPIP ini dengan menguatkan Pancasila ini, bisa menjadikan Palu menjadi kota pintu perdamaian di Sulteng agar Sulteng benar-benar damai," kata Hadianto.

    Selain dialog kebangsaan, ada juga acara pengukuhan pengurus Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Pengukuhan ini dilantik langsung oleh Wali Kota Palu Hadianto Rasyid yang disaksikan oleh jajaran pejabat BPIP.
     
    Peserta yang hadir berasal dari kalangan masyarakat. Di antaranya yaitu kader FPK Kota Palu, FKUB Kota Palu, dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Palu. Kemudian, dihadiri juga oleh ASN/PNS dari Pemkot Palu.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id