Mabes Polri Intstruksikan Pemberantasan Premanisme di Pelabuhan

    Amaluddin - 11 Juni 2021 14:16 WIB
    Mabes Polri Intstruksikan Pemberantasan Premanisme di Pelabuhan
    Kadiv Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Jatim, Jumat, 11 Juni 2021. Medcom.id/ Amaluddin



    Surabaya: Mabes Polri akan intruksikan seluruh kepolisian daerah (Polda) di Indonesia memberantas operasi premanisme di pelabuhan. Langkah ini menyusul adanya aksi preman yang memalak sopir truk kontainer di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, baru-baru ini.

    "Selain di Jakarta, operasi premanisme juga akan dilakukan di seluruh daerah di Indonesia. Suratnya ke Kapolda-Kapolda akan segera dikirim," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Jatim, Jumat, 11 Juni 2021.

     



    Baca: TNI Polri Diminta Perkuat PPKM Mikro di Lamongan

    Argo menjelaskan selain di pelabuhan, operasi premanisme juga akan dilakukan di tempat-tempat lain yang ditengarai terjadi tindakan pemerasan dan pungli. Intruksi ini adalah perintah Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Argo menjelaskan Polri bergerak setelah Presiden Jokowi datang ke Pelabuhan Tanjung Priok dan berdialog dengan pekerja di sana pada Kamis kemarin. Para sopir truk di sana mengaku diperas dan dipungli oleh preman.

    "Pak Presiden kemudian langsung menghubungi Kapolri, untuk menindak tegas premanisme," jelasnya.

    Untuk saat ini, kata Argo, total ada 49 preman yang biasa memalak sopir-sopir truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, telah diringkus. Mereka membuat para sopir kontainer resah, karena kerap melakukan pemerasan dan pungli. "Dari 49 ini ada juga yang terjadi di Polsek Cilincing, Polsek lain dan juga di pelabuhan," ungkapnya.

    Berdasarkan keterangan para korban, para sopir dipungli di setiap titik proses pengangkutan barang hingga ke pelabuhan. Nominal pungli bervariasi, dari Rp2 ribu hingga Rp20 ribu per unit.

    "Sopir saat dia masuk ke PT mengantarkan barang, kemudian saat disurvei dikutip (diminta tip), kemudian saat menurunkan kontainer dikutip, saat mencuci mobil dikutip, saat keluar dikutip juga," ungkap Argo.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id