Usung Perda KTR ke Rumah untuk Jaga Kelompok Rentan

    Ahmad Mustaqim - 30 Juni 2021 20:38 WIB
    Usung Perda KTR ke Rumah untuk Jaga Kelompok Rentan
    Seseorang melintasi pintu berdekatan dengan papan penjelasan kawasan tanpa rokok atau kawasan dilarang merokok di Pemkab Kulon Progo. Medcom.id/Mustaqim



    Kulon Progo: Kepulan asap rokok keluar dari mulut tamu di kediaman Endrawijaya, Dusun Ngramang, Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Asap tersebut terus mengepul selama beberapa menit selama tamu tersebut mengisap dan mengeluarkan asap rokok.
     
    “Pas itu saya ngomong, abunya nanti taruh di sana, di luar maksudnya. Saya sambil menunjuk dekat pintu,” kata Endra kepada Medcom.id, Rabu, 30 Juni 2021.
     
    Tak ada larangan bagi siapa pun yang merokok di rumah Endra. Namun, ucapan Endra tersebut langsung direspons perokok itu. Si perokok langsung mematikan bara api dan membuang rokok di luar rumah.
     
    Tak ada permasalahan meski Endra secara tersirat sebenarnya meminta tamunya agar tak merokok di rumah. Sang tamu juga tetap bisa bercakap lepas setelah itu.
     
    “Di rumah aku nyediakan asbak. Yo formalitas saja nek (kalau) sewaktu-waktu ada tamu,” ucap lelaki 45 tahun ini.

    Bagi Endra, keputusannya itu semata untuk menjaga keluarganya agar tidak terpapar dampak bahaya asap rokok. Sebab, di rumahnya ada istri dan ayahnya. Ayah Endra berusia sekitar 80 tahun. Di sisi lain, ia juga tak pernah merokok sejak lahir.
     
    Endra secara tak langsung membawa prinsip isi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kulon Progo Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dalam Perda tersebut, rumah pribadi atau warga tak masuk dalam kategori larangan merokok. Ia menilai aturan itu layak diterapkan di rumahnya untuk melindungi kelompok rentan seperti lansia dan perempuan.  
     
    “Sekarang kalau ada tamu sudah paham, kalau ke rumah mematikan rokok. Cara mengingatkan (agar tidak merokok di dalam rumah) halus,” kata alumnus Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta ini.

     



    Usung Perda KTR ke Rumah untuk Jaga Kelompok Rentan
    Papan keterangan kawasan dilarang merokok di Kompleks Pemkab Kulon Progo. Medcom.id/ahmad mustaqim

    Muji, warga Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, melakukan hal sejenis dengan Endra. Bedanya, Muji perokok aktif. Muji hanya merokok bila beraktivitas di luar rumah. Ia berprinsip tak akan merokok di rumah karena ada istri, anak-anak, dan balita.
     
    “Merokoknya hanya pas di luar. Kalau pas kerja atau ronda pas malam hari itu,” ujarnya.
     
    Selain Muji, ada Jalu Rahman yang juga perokok aktif. Warga Dusun Bendungan Lor, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, ini juga tak bisa sembarangan merokok di rumah. Sebab, di rumahnya ada lansia dan perempuan.
     
    “Kalau merokok biasanya harus di luar rumah. Di dalam rumah ada lansia,” kata dia.
     
    Jalu sudah merokok sejak 2016. Di rumahnya, hanya ia dan seorang saudara yang merokok. Sisanya, ada tiga orang tidak merokok. Ia menyatakan menghargai posisi orang di rumah yang tidak merokok. Ia mengungkapkan beberapa anggota keluarga menjadi bagian kelompok rentan yang harus dilindungi.
     
    “Di rumah gak ada kesepakatan tidak boleh merokok, ada asbak juga. Artinya lebih ke individu yang merokok, menghargai yang tidak merokok juga,” ujarnya.
     
    Ia menambahkan aktivitas merokoknya lebih selektif saat beraktivitas di luar rumah atau bekerja. Selain karena Perda KTR, ia mengatakan, merokok di luar jangan sampai dekat dengan perempuan maupun anak-anak.
     
    ASN melanggar
     
    Keberadaan Perda KTR di Kulon Progo tak otomatis dipatuhi. Meskipun, dalam aturan itu secara jelas berbagai tempat umum menjadi objek KTR.
     
    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kulon Progo, Sumiran, mengatakan ada sejumlah perokok yang merokok di lokasi KTR. Bahkan, ada ASN di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang melanggar.
     
    “Saat kami melakukan sidak, ada ASN yang kedapatan merokok di ruang kerja. Di ruang kerjanya juga ada asbak dan puntung rokok,” katanya dihubungi lewat sambungan telepon.
     
    ASN tersebut lantas diedukasi agar tak merokok di kantor. Perkantoran, kata dia, menjadi salah satu objek KTR di Kulon Progo. Menurut dia, setiap kantor pemerintahan di Kulon Progo disediakan tempat khusus merokok.

    Usung Perda KTR ke Rumah untuk Jaga Kelompok Rentan
    Papan keterangan kawasan dilarang merokok di Kompleks Pemkab Kulon Progo. Medcom.id/ahmad mustaqim

    Setelah kejadian itu, teguran ataupun sanksi terhadap pelanggar perda menjadi kewenangan pimpinan OPD. Menurut Sumiran, pelanggar Perda KTR itu sebenarnya sudah mengetahui aturan itu.
     
    “Pelanggar ini sudah tahu kawasan mana yang dilarang merokok. Tapi balik lagi, ini lebih pada individu masing-masing,” katanya.
     
    Ia mengatakan pengawasan penerapan Perda KTR dan sidak di sejumlah lokasi tertentu masih dilakukan secara berkala. Sumiran mengatakan rumah ibadah dan tempat pendidikan bisa 99 persen mematuhi Perda KTR itu.
     
    Namun, ada berbagai tempat umum yang masih ditemukan perokok. Ia memperkirakan ada satu hingga dua perokok yang ditemukan merokok di lokasi KTR.
     
    Enam tahun sudah keberadaan Perda KTR di Kabupaten Kulon Progo. Sumiran berpendapat kesadaran mematuhi Perda KTR di lokasi yang sudah ditetapkan belum sepenuhnya berjalan. Ia mengatakan pengawasan dan sidak masih perlu terus dilakukan.
     
    “Di kantor-kantor desa juga sudah disediakan tempat khusus merokok. Harapannya pada 2021 ini kepatuhan pada Perda KTR lebih baik lagi,” ucap Sumiran.
     
    Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati, mengatakan pihaknya dan jajaran terlibat dalam aspek sosialisasi Perda tersebut. Sosialisasi dilakukan baik dari Dinas Kesehatan maupun puskesmas.
     
    “Kami lakukan sosialisasi terkait Perda KTR ini. Untuk penegakan perda menjadi ranah Satpol PP,” ujarnya.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id