Polri Ungkap Rangkaian Penangkapan Terduga Teroris

    Octavianus Dwi Sutrisno - 15 November 2019 08:30 WIB
    Polri Ungkap Rangkaian Penangkapan Terduga Teroris
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Depok: Pascainsiden bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatra Utara, Densus 88 Antiteror Mabes Polri terus melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku terorisme. Sedikitnya, empat orang terduga teroris ditangkap.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan, para terduga teroris itu berasal dari Banten dan Jawa Tengah.

    "Tiga dari Banten, satu Jawa Tengah. Dugaan sementara keterlibatannya mengikuti JAD (Jaringan Ansharut Daulah) Banten. Untuk satu orang lainnya masih dalam pengembangan," ucap Dedi, di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis, 14 November 2019.

    Dedi menyebut para terduga teroris juga telah mengikuti pelatihan militer dan terjun bersama ISIS di Suriah. Selain keempatnya, Densus 88 juga sebelumnya membekuk terduga teroris di Riau.

    Dimulai pada 9 November 2019, di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru, Riau dengan terduga teroris berinisial S.

    "Dia termasuk jaringan Muhammad Fauzan, yang sudah ditangkap terdahulu. Dari hasil penggeledahan di kediaman S diperoleh barang bukti berupa senjata tajam, pipa paralon, paku-paku, ketapel," bebernya.

    Dihari yang sama, satu terduga teroris bernisial WN juga ditangkao dengan barang bukti berupa delapan buah tabung senapan angin dan anak panah berikut busur. Kemudian, pengejaran terduga teroris di wilayah Provinsi Riau berlanjut menyasar satu tersangka berisial MFD atau Koi yang merupakan pemimpinnya. 

    "Ketiganya, diketahui telah melakukan latihan militer bersama-sama dan hendak melancarkan aksi terorisme, juga perencanaan serangan di wilayah Jambi. Di situ, disita barang bukti berupa motor dan beberapa alat komunikasi," katanya.

    Pengembangan dugaan terorisme berlanjut, hingga menangkap seorang wanita berinisial S alias Umubila. Dia adalah, istri dari terduga teroris berinisial M. Penangkapan, dilakukan di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Kecamatan Tapan Kabupaten Riau. Petugas mengamankan beberapa barang bukti, berupa alat komunikasi dan kendaraan roda dua.

    Selanjutnya, pada 11 November 2019 petugas kembali meringkus terduga teroris berinisial D di Kecamatan Siak, Kabupaten Riau.

    "Ini juga, satu jaringan dengan MF," jelasnya.

    Dedi mengatakan dari serangkaian penangkapan para terduga teroris mulai 9-11 November 2019 dan pada 13 November 2019, 10 orang telah dibawa oleh Densus 88.

    "Jadi lima orang dari Riau, satu dari Bekasi, tiga dari Banten, satu dari Jawa Tengah," pungkasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id