Ganjar Minta Kabupaten/Kota Patroli Sarang Tawon Endhas

    Haryanto - 27 November 2019 12:51 WIB
    Ganjar Minta Kabupaten/Kota Patroli Sarang Tawon Endhas
    Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: MI/Haryanto Mega)
    Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi serangan tawon Vespa Affinis atau tawon endhas. Langkah pertama yakni dengan berpatroli di daerah yang terindikasi jadi sarang tawon. 

    "Saya coba kontak dengan bupati agar ada patroli, tawon-tawon ini ada di mana dan apa yang terjadi," kata Ganjar, Rabu, 27 November 2019.

    Ganjar akan menerjunkan tim untuk membantu jika pemerintah kabupaten/kota tidak sanggup mengatasi serangan tawon. Dia meminta pemerintah kabupaten/kota bergerak cepat agar masyarakat tidak resah. 

    "Beberapa dinas sudah saya sampaikan secara lisan mereka siap membantu. Tapi belum ada permintaan," ujarnya.

    Dia mengungkap gerak cepat dengan menetapkan kondisi di wilayah masing-masing darurat atau belum. Dengan penetapan kondisi tersebut, pihak lain baru bisa turut terjun membantu termasuk pada ilmuan.

    "Saya sebenarnya sudah menyampaikan ke bupati kalau seandainya segera diambil yang sifatnya mendekati darurat ya segera diambil dan segera dicarikan pakar," bebernya.

    Dia mencontohkan kejadian di Klaten, Jawa Tengah, telah ada ilmuan dari Universitas Gadjah Mada siap turun membantu. Dengan begitu penanganan bisa cepat dilakukan.

    "Beberapa ilmuan juga ingin menghubungkan Pemkab dengan ahli biologi di UGM untuk mencari sumbernya dan bagaimana menangani itu," urainya.

    Menurut Ganjar ilmuan bisa menganalisa fenomena serangan tawon, karena faktor alam atau gangguan manusia. Sehingga bisa segera diantisipasi. 

    "Kalau tidak, bagaimana cara memproteksi diri sehingga perlu alat yang bisa dengan gampang yang bisa melindungi diri dari serangan tawon ini," tandasnya. 

    Kabupaten yang paling parah terkena serangan tawon endhas adalah Klaten, Jawa Tengah. Pemkab Klaten mencatat laporan sarang tawon endhas sebanyak 667 kasus, dan menyebabkan 10 0rang tewas sejak 2016. Kemudian di Pemalang, Jawa Tengah, sembilan orang tewas pada 2018. 

    Tawon endhas juga meresahkan warga Kudus, Sukoharjo dan Boyolali, Jawa Tengah. Sebanyak empat kasus dilaporkan di Kudus. Kemudian sebanyak 400 sarang dimusnahkan di Sukoharjo selama 2019. Selanjutnya dalam beberapa bulan terakhir, setiap malam BPBD Boyolali memusnahkan tiga sarang tawon.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id