MRP Nilai Pemekaran Papua Bukan Solusi

    Roylinus Ratumakin - 21 November 2019 14:55 WIB
    MRP Nilai Pemekaran Papua Bukan Solusi
    Ketua MRP Timotius Murib. (Foto: Medcom.id/Roylinus)
    Jayapura: Majelis Rakyat Papua (MRP) menilai pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua menjadi lima provinsi bukan solusi menyelesaikan persoalan mendasar di Tanah Cenderawasih. Alih-alih pemekaran sesuai lima wilayah adat, ia lebih menghendaki penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terlebih dulu.

    “Hal yang mendesak adalah pemerintah menyelesaikan beberapa kasus pelanggran HAM yang terjadi selama ini. Baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat,” kata Ketua MRP Timotius Murib, Kamis, 21 November 2019 di Jayapura.

    Menurut Murib, pemekaran DOB berisiko menambah kekerasan atas nama keamanan negara, memperburuk kesenjangan ekonomi, dan semakin mengurangi populasi orang asli Papua.

    “Akan lebih elok dan bijaksana kalau Jakarta (pemerintah) mengurungkan niat untuk memecah Papua menjadi beberapa provinsi,” ujarnya.

    Murib menegaskan ada banyak kasus pelanggaran HAM masa lalu maupun berbagai kasus pelanggaran HAM baru yang perlu diselesaikan secara hukum.

    “Kita selesaikan pelanggaran HAM dulu, baru bicara Pemekaran,” katanya.

    Pihaknya pun mendesak pemerintah pusat untuk secara serius membicarakan persekusi dan praktik rasisme terhadap orang asli Papua. Bukan malah mewacanakan pemekaran Provinsi Papua.

    “Kita tidak bisa sederhanakan (persoalan rasisme terhadap orang asli Papua) dengan pemekaran. Ini masalah harga diri bangsa yang perlu kita bicara 



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id