Guru SD Berstatus PNS Cabuli Siswa Diberhentikan Sementara

    Ahmad Mustaqim - 07 Januari 2020 19:00 WIB
    Guru SD Berstatus PNS Cabuli Siswa Diberhentikan Sementara
    Guru SD di Sleman, SPR (tengah), yang mencabuli belasan anak didiknya. Medcom.id/Ahmad mustaqim
    Sleman: Pemerintah Kabupaten Sleman memberhentikan sementara, SPR, guru SD negeri di Kecamatan Seyegan, yang mencabuli 12 siswa. Guru berstatus pegawai negeri sipil itu pun kini mendekam di Polres Sleman setelah ditetapkan jadi tersangka. 

    "Yang bersangkutan diberhentikan sementara (dari status PNS)," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman, Sri Wahyuni di Sleman, pada Selasa, 7 Januari 2020. 

    Sri mengatakan, pemberhentian sementara lelaki berusia 48 tahun ini didasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017. Ia mengatakan instansi sedang memproses pemberhentian sementara itu. 

    "Nanti kalau sesuai ketentuan, seorang PNS itu ditetapkan sebagai tersangka itu nanti sesuai dengan PP Nomor 11 (tahun 2017), untuk dilakukan pemberhentian sementara," kata dia. 

    Ia menjelaskan, SPR saat ini belum.bisa diberhentikan tetap. Proses itu bisa dilakukan setelah ada dasar hukum dari keputusan pengadilan. 

    Sri menyatakan proses berkas pemberhentian sementara telah masuk ke Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman. "Diberhentikan tetap atau tidak, nanti menunggu keputusan pengadilan yang inkrah," ucapnya. 

    Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Halim Sutono, mengungkapkan, SPR tak lagi mengajar di SD negeri di Kecamatan Seyegan. SPR telah dimutasi ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Sleman di tingkat kecamatan. 

    "Setelah kejadian itu, ada nota tugas ke UPT sementara. UPT pelayanan Pendidikan kecamatan," kata Halim. 

    Polres Sleman menetapkan SPR tersangka dalam kasus dugaan pencabulan, pada 8 Desember 2019. Sebanyak 12 siswa diduga jadi korban perilaku bejat SPR. 

    SPR terakhir kali lakukan pencabulan pada 13 Agustus 2019, saat kegiatan perkemahan. Usai kejadian itu, salah satu korban memberanikan diri buka suara. Kasus itu lantas masuk ke ranah kepolisian. 

    Ada sebanyak enam korban telah diperiksa sebagai saksi. Enam korban sisanya dalam kondisi trauma. 




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id