Rp227 Juta Disita dari Desa Banguncipto

    Ahmad Mustaqim - 06 Desember 2019 19:11 WIB
    Rp227 Juta Disita dari Desa Banguncipto
    Penggeledahan di Kantor Desa Banguncipto, Kulonprogo, Yogyakarta. Foto: Medcom.id/A Mustaqim
    Kulon Progo: Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyita Rp227 juta terkait kasus dugaan korupsi di Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo. Uang ratusan juta itu diduga sisa duit yang dikorupsi Kepala Desa Banguncipto HS, 55, dan bendahara desa SM, 60. 

    "Karena uang itu juga terkait dengan tindak pidana korupsi makanya kami lakukan penyitaan," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kulon Progo, Noviana Permanasari dihubungi, Jumat, 6 Desember 2019. 

    Dia menjelaskan total uang yang disita dari kas desa  Rp227.006.789 disimpan di rekening PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pasar Kulon Progo, Kecamatan Wates. Kejaksaan kemudian menyimpang uang ke rekening penampung titipan perkara di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Wates. 

    Noviana menuturkan uang itu bagian kecil dari dana desa Banguncipto yang dikorupsi. HS dan SM diduga mengorupsi dana desa sebesar Rp1,150 miliar. 

    "Uang ini sudah pernah digunakan oleh kepala desa maupun bendahara dan sempat dimasukkan ke kas Desa Banguncipto," ujarnya. 

    Penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. Pihaknya masih mempelajari berbagai dokumen laporan keuangan Desa Banguncipto. Di antaranya laporan keuangan Desa Banguncipto itu dari ADD Kabupaten Kulon Progo, APBN, pendapatan asli desa (PAD), dan pihak ketiga sejak 2014 hingga 2018. 

    "Baik dokumen APBDes murni maupun perubahan 2014-2018. Kami tak menemukan SPM (standar pelayanan minimal) di ruang bendahara. Harusnya SPP (surat permintaan pembayaran) dan SPM (ada) di ruang bendahara karena pencairan (dana) lewat bendahara," ujarnya.

    Kepala Kejari Kulon Progo, Widagdo Mulyono Petrus, meminta jajarannya segera menyelesaikan kasus tersebut. Pihaknya segara melimpahkan kasus ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yogyakarta. 

    "Diharapkan dalam waktu dekat bisa segera selesai," ujarnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id