comscore

Miris, Jalan Desa Rulunghelok Lampung Selatan Tak Diperbaiki Sejak Era Presiden Soeharto

Lampost - 21 Mei 2022 14:44 WIB
Miris, Jalan Desa Rulunghelok Lampung Selatan Tak Diperbaiki Sejak Era Presiden Soeharto
Dibangun dari zaman Presiden Soeharto kondisi jalan di Desa Rulunghelok, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan masih Onderlagh sejak 30 tahun lalu. Febi Herumanika/Lampost.co
Lampung: Desa Rulunghelok merupakan desa tertua di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Namun, desa ini jauh dari kata kemajuan di bidang infrastruktur jalan atau pembangunan.

Setidaknya ada empat dusun yang tidak pernah terjamah pembangunan seperti Dusun Way Napal, Air Panas, Talang Rengas, dan Candi Rejo. Jumlah penduduk di empat dusun ini mencapai lebih dari 2.000 warga.
Hampir semua warga yang ditemui di empat dusun itu menginginkan eksekutif dan legislatif jangan hanya memberi janji saat masuk ke desa mereka. Tetapi membuktikan janjinya yang akan melakukan pembangunan jalan sepanjang tiga kilometer tersebut.

"Pertama di Onderlagh jalan ini tahun 1989 zaman presiden Soeharto, setelah dari itu sudah 32 tahun lebih tidak pernah dibangun lagi sampai hari ini," kata Sekretaris Desa Rulunhelok, Hendri saat ditemui di lokasi, Sabtu, 21 Mei 2022.

Baca: 14 Desa di Mukomuko Ajukan Penyaluran Dana Desa Tahap II

Menurutnya, warga setempat sudah terlalu sering dikecewakan oleh para calon-calon saat akan pemilihan bupati, DPR, dan lain sebagainya. Janji mereka ingin memprioritaskan jalan di empat dusun hingga saat ini tinggal janji.

"Harapan warga itu sederhana mereka ingin jalan mereka bagus supaya hasil pertanian tersalur cepat, perekonomian lancar. Sekarang kami sudah putus asa usulan dan proposal sudah terlalu sering tetapi realisasi tidak pernah ada," katanya.

Jahiri, 60, warga desa setempat mengatakan jalan ini dibangun dengan bebatuan besar (onderlagh) pada waktu presiden Soeharto masih menjabat. Hingga kini ribuan warga tidak pernah lagi mendapatkan pembangunan apa pun.

"Kalau di lihat dari luar dusun yang ada di dalam sini seperti tidak ada kehidupan," ujarnya.

Ia menambahkan, empat dusun ini termasuk penyumbang hasil bumi terbesar untuk wilayah sekitar.

"Hasil pertanian, buah buahan melimpah di sini. Semuanya ada dari mulai jagung, singkong, sawit, dan karet tapi jalan kami rusak sudah puluhan tahun tidak diperbaiki," katanya.

Warga berharap pemerintah untuk membangun jalan utama mereka, karena dengan jalan bagus semua akan berjalan baik. "Ini enak tidak hujan kalau pas hujan kondisinya lebih parah lagi," ungkapnya.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id