comscore

Komnas HAM Bakal Kembali Gelar Mediasi Terkait Kasus Wadas

Antara - 09 Februari 2022 11:38 WIB
Komnas HAM Bakal Kembali Gelar Mediasi Terkait Kasus Wadas
Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara. Foto: Antara
Jateng: Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara mengatakan lembaganya akan mengupayakan kembali mediasi terkait kasus penambangan batu andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah. Ia mengatakan pihaknya sudah mencoba melakukan mediasi berdasarkan permintaan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

"Pertengahan Januari kemarin, gubernur memang meminta ke saya atau ke Komnas HAM untuk memfasilitasi dialog," kata Beka dilansir dari Antara, Rabu, 9 Februari 2022.
Namun, dialog itu tak direspons warga yang menolak penambangan. Pertemuan juga mengundang Polda Jateng, DPRD Purowrejo, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Termasuk warga yang menolak dan mendukung, kami undang semua. Namun yang menolak, tidak datang. Tentu saja mereka punya alasan kenapa tidak datang," ungkapnya.

Setelah itu, Komnas HAM bertandang ke Wadas. Warga yang menolak meminta dialog langsung dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Sudah kami sampaikan permintaan-permintaan mereka. Intinya kalau Pak Gubernur siap datang," katanya.

Namun belum sempat dialog, BPN sudah melakukan pengukuran. Ia mendapat informasi pengukuran hanya dilaksanakan pada lahan yang pemiliknya sudah setuju.

Baca: Komnas HAM Minta Polda Jateng Menarik Aparat dari Desa Wadas

Dari 617 warga Wadas yang tanahnya akan dijadikan lokasi penambangan, 346 warga sudah menyetujui. Meski demikian, Komnas HAM menegaskan tidak ada pelanggaran hukum dalam rencana penambangan batu andesit di Desa Wadas Purworejo.

Sebab, warga kontra sudah melayangkan gugatan hukum hingga tingkat kasasi. Hasilnya, gugatan tersebut ditolak.


“Warga yang menolak memang sempat mengajukan upaya hukum, mereka menggugat ke PTUN dan ditolak hakim. Warga juga melayangkan gugatan sampai tingkat kasasi dan juga ditolak. Artinya, karena PTUN dan kasasi sudah ditolak, berarti tidak ada proses yang dilanggar,” jelas Beka.

Komnas HAM akan kembali melakukan mediasi dengan mengundang para pihak untuk berdialog. Namun, jika nantinya tetap buntu, maka keputusan ada di masing-masing pihak.

"Kami hadir karena ada pihak yang menolak dan mendukung, kami fasilitasi ruang dialog agar tercapai solusi untuk semuanya,” kata Beka.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id