Ekspor Papua Menurun

    Roylinus Ratumakin - 16 Desember 2019 16:22 WIB
    Ekspor Papua Menurun
    Ilustrasi ekspor kayu dari pelabuhan Jayapura ke Tiongkok. Medcom.id/Roylinus Ratumakin
    Jayapura: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, Simon Sapary mengatakan ekspor Papua pada November 2019 tercatat senilai US$60,37 juta atau menurun sebesar 73,07 persen dibanding bulan sebelumnya yang senilai US$224,15 juta.

    "Ekspor ini terdiri dari ekspor migas US$250 juta dan ekspor nonmigas US$60,37 juta," kata Simon di Jayapura, Senin, 16 Desember 2019.

    Simon menjelaskan ekspor terbesar berasal dari pelabuhan Amamapare, Timika, Kabupaten Mimika yaitu senilai US$48,52 juta atau 80,37 persen dari total ekspor Papua.

    "Secara kumulatif, total ekspor Papua pada Januari - November 2019 adalah senilai US$1.048,76  juta atau menurun sebesar 72,16 persen dibandingkan total ekspor Januari hingga November 2018 yang senilai US$3.767,5 juta," jelas Simon.

    Simon kembali mengatakan nilai ekspor golongan Bijih Tembaga dan Konsentrat (HS26) tercatat senilai US$48,48 juta atau menurun 77,74 persen dibanding nilai ekspor bulan sebelumnya yang senilai US$217,78 juta.

    "Ekspor golongan ikan dan Hewan Air Lainnya (HS03) memiliki nilai sebesar US$0,01 juta mengalami penurunan 59,85 persen dibandingkan bulan Oktober 2019 yang senilai US$0,02juta. Ekspor golongan Kayu dan Barang dari Kayu (HS44) senilai US$8,07 juta atau meningkat sebesar 30,42 persen  dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$6,19 juta," ungkap Simon.

    Sedangkan untuk ekspor golongan Non Migas Lainnya, kata Simon senilai US$3,82 juta mengalami peningkatan 2.226,53 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai US$0,16 juta.

    "Ekspor golongan Non Migas Lainnya terbesar berasal dari kelompok Industri Minyak Nabati atau Hewani (HS15). Kelompok industry ini mempunyai nilai ekspor sebesar US$2,51 juta atau dengan kata lain  memiliki kontribusi sebesar 4,15 persen dari nilai total ekspor,” beber Simon.

    Untuk nilai kumulatif ekspor golongan Bijih Tembaga dan Konsentrat (HS26) pada periode Januari hingga November 2019 sebesar US$932,22 juta. Nilai ini menuru apabila dibandingkan dengan periode Januari hingga November 2018 yang sebesar US$3.675,59 juta. 

    Menurut Simon ekspor ke enam negara utama pada November2019 tercatat senilai US$50,98 juta atau menurun 72,08 persen dibanding nilai pada Oktober2019 yang sebesar US$182,57 juta. Ekspor ke Negara lainnya pada November 2019 yang senilai US$9,4 juta mengalami penurunan 77,4 persen dibanding Oktober 2019 yang sebesar US$41,58 juta.

    "Negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor  US$4,57 juta, dimana komoditi yang diekspor berupa industri kayu lapis," pungkas Simon.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id