Kantor Imigrasi Solo Akan Blokir Izin WNA yang Terlibat Kriminal

    Pythag Kurniati - 12 September 2019 20:02 WIB
    Kantor Imigrasi Solo Akan Blokir Izin WNA yang Terlibat Kriminal
    Ilustrasi paspor. Antara
    Solo: Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Solo mengingatkan agar tak ada Warga Negara Asing (WNA) yang berbuat kriminal. Tak hanya deportasi, WNA tersebut juga dilarang kembali ke Indonesia.

    Kepala Kanim Solo, Said Ismail, mengatakan ancaman tersebut berlaku bagi WNA yang terlibat jenis kriminal apapun.

    "Setelah diproses hukum, akan kami deportasi dan kami pastikan tidak akan bisa kembali lagi ke sini," kata Said di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 12 September 2019.

    Said menjelaskan di Solo baru ada satu WNA yang melakukan aksi kriminal. WNA asal Pantai Gading, Afrika bernama Kokou, melakukan pencurian di sebuah konter ponsel di Nusukan, Solo.

    Peristiwa terjadi pada Agustus 2019. Dia telah ditangkap aparat Polresta Solo dan masih menjalani penyidikan. "Masih ditahan di Rutan Solo," ungkap Said.

    Setelah diperiksa, ternyata Kokou tidak hanya melakukan satu kali tindakan kriminal. Sebelumnya dia mencuri sepeda motor. Kokou datang ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    Dia kemudian bersama-sama temannya ke Solo.
    Namun akhirnya dia tertinggal rombongan di Solo. Dia nekat melakukan aksi kriminal karena kehabisan uang untuk hidup.

    "Dia masuk lewat jalur bebas visa. Ternyata izin tinggalnya juga sudah habis hampir setahun," ungkap Said.

    Pihak imigrasi mengakui telah kecolongan atas kasus tersebut. "Ke depan akan kami perketat agar tidak terulang kembali," pungkas Said.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id