Penghina Mbah Moen Dilaporkan ke Polisi

    Daviq Umar Al Faruq - 11 Agustus 2019 08:52 WIB
    Penghina Mbah Moen Dilaporkan ke Polisi
    Klarifikasi kasus hatespeech di Kantor NU Kota Malang, Jumat 9 Agustus 2019 malam. Istimewa
    Malang: Pemilik akun Facebook Ahmad Husein dilaporkan ke polisi, Jumat 9 Agustus 2019 kemarin. Akun tersebut diketahui mengunggah pernyataan yang dianggap menyebarkan ujaran kebencian yang membawa nama KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

    "Turut bersuka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian si Mumun Zubair, Alhamdulillah populasi NU berkurang, saya orang Muhammadiyah. Enggak ada gunanya saya berduka atas kematian orang NU," tulis akun tersebut beberapa waktu lalu.

    Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengakui akun tersebut sudah dilaporkan Santri Malang Raya. "Mereka sudah laporan ke Mako. Kemarin malam yang bersangkutan sudah minta maaf secara terbuka di Kantor NU Kauman," katanya saat dikonfirmasi Medcom.id, Sabtu 10 Agustus 2019.

    Akun tersebut diketahui milik FDU, 20, warga Donomulyo, Kabupaten Malang. Dengan didampingi orang tuanya, FDU mengakui perbuatannya dan meminta maaf di Kantor NU Kota Malang, Jumat 9 Agustus 2019 malam.

    Upaya klarifikasi ini dihadiri perwakilan dari PCNU Kota Malang, GP Ansor NU Kota Malang, Satkercab Banser Kota Malang, Gus Durian Kota Malang, Aswaja Malang Raya, Pengurus Daerah Pemuda Muhamadiyah (PPDM) Kota Malang dan jajaran kepolisian.

    Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto meminta semua pihak dapat menahan diri untuk penyelesaian kasus ini. Sebab, kasus ini tetap akan didalami polisi meski sudah ada surat pernyataan permohonan maaf secara tertulis.

    "Kasus ini akan kami tangani supaya perkaranya terang benderang. Bagi pelapor dan terlapor kami mohon untuk ikut ke Polres Malang Kota untuk dimintai keterangannya untuk proses sidik lebih lanjut," pungkasnya.

    Ketua GP Ansor Kota Malang Nur Junaedi mengatakan pihaknya meminta aparat kepolisian untuk menindaklanjuti laporan dari Santri Malang Raya tersebut. Pelaku pun diminta untuk diadili sesuai undang-undang yang berlaku.

    "Agar hal ini dapat dijadikan pelajaran bagi pelaku tindakan ujaran kebencian yang dapat menimbulkan isu SARA dan bertentangan dengan Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)," tuturnya.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id