Pemprov Jateng Jamin Stok Pupuk Subsidi Aman hingga Akhir Tahun

    Mustholih - 21 Oktober 2020 13:51 WIB
    Pemprov Jateng Jamin Stok Pupuk Subsidi Aman hingga Akhir Tahun
    Ilustrasi. Medcom.id
    Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bakal mencukupi kebutuhan pupuk urea bersubsidi untuk petani. Pasokan pupuk urea bersubdisi di Jateng cukup melimpah hingga akhir tahun.

    "Pupuk urea insya allah sampai akhir Desember cukup," kata  Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Tri Susilardjo, kepada Medcom.id, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Menurut Tri, pada Juli 2020, Pemerintah Jateng sempat mengajukan tambahan pasokan pupuk urea bersubsidi ke pusat sejumlah 119.828 ton. Pemerintah Pusat menjawab permohonan tambahan itu dengan menggelontorkan 164.962 ton pupuk urea bersubsidi.

    "Jadi dicukupi dengan lebih banyak," ungkap Tri.

    Baca: Alokasi Pupuk Bersubsidi Petani Jember Ditambah, Ini Cara Dapatnya

    Namun, usulan tambahan untuk pupuk bersubsidi jenis SP36, ZA, NPK, serta organik dari Jawa Tengah tidak sepenuhnya dicukupi oleh Pemerintah Pusat. Semula, kata Tri, Jawa Tengah mengajukan tambahan 75.030 ton pupuk SP36, 70.447 ton pupuk ZA, 57.192 ton pupuk NPK, dan 1.093 ton pupuk organik.

    "Pemerintab Pusat hanya tambah 26.404 ton pupuk SP36 dan 33 ribu pupuk ZA. Sementara, NPK dan organik tidak ditambah," jelasnya.

    Dengan kondisi seperti ini, kata Tri, Pemerintah meminta petani di Jateng melakukan pengetatan dalam menggunakan pupuk bersubsidi. Dia berharap, petani juga bisa membeli pupuk non subsidi. 

    "Kalau mendesak harapannya petani bisa beli pupuk yang non-subsidi. Karena kemampuan Pemerintah terbatas," ujarnya.

    Baca: Kementan Diminta Dorong Petani Tingkatkan Penggunaan Pupuk Organik

    Tri mengungkap, kebutuhan petani terhadap pupuk bersubsidi di Jawa Tengah lebih banyak dari alokasi yang diberikan Pemerintah. Hingga kini, ujarnya, alokasi pupuk bersubdisi di Jawa Tengah hanya mampu mencukupi 42,65 persen dari keseluruhan kebutuhan petani.

    "Dari awal, antara kebutuhan pupuk dan alokasi masih ada gap. Tidak imbang antara kebutuhan dan alokasi," jelas Tri.

    Sebelumnya, Kementerian Pertanian menjamin stok pupuk subsidi masih mencukupi bagi petani. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan terus berupaya pasokan pupuk subsidi kepada petani tidak bermasalah.

    "Keberadaan pupuk sangat penting. Oleh karena itu, kita terus memantau ketersediaan pupuk. Agar kebutuhan petani mencukupi, khususnya kepada mereka yang memang berhak mendapatkan pupuk subsidi," kata Syahrul beberapa waktu lalu.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id