Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas dan Lava Pijar 77 Kali

    Ahmad Mustaqim - 21 Januari 2021 14:29 WIB
    Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas dan Lava Pijar 77 Kali
    Awan panas guguran terpantau keluar dari Gunung Merapi pada Sabtu (9/1). (ANTARA/HO/Twitter BPPTKG)



    Yogyakarta: Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Ngadiyo, mengatakan aktivitas vulkanis gunung api tersebut masih tinggi pada Rabu, 20 Januari 2020. Ia menyebut terjadi belasan kali awan panas dan puluhan kali guguran lava pijar.

    "Laporan pemantauan aktivitas Gunung Merapi pada 20 Januari, yakni terjadi 13 kali awan panas dengan jarak luncur 1.500 meter ke barat daya. Lalu terjadi 64 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke barat daya," kata Ngadiyo dalam siaran pers, Kamis, 21 Januari 2021.
     
    Ia menerangkan, jaringan seismik pemantauan Gunung Merapi juga menunjukkan aktivitas vulkanis masih tinggi. Terjadi sebanyak 14 kali gempa guguran awan panas. Selain itu, juga tercatat gempa guguran 160 kali, gempa hembusan 10 kali, gempa fase banyak 14  kali, dan gempa tektonik jauh sekali.




    Baca: Sleman Waspadai Aliran Lahar Dingin Lereng Barat Merapi

    "Sementara, untuk deformasi tercatat enam sentimeter per hari. dari data pengamatan menunjukkan aktivitas vulkanis masih tinggi. Erupsi Gunung Merapi dapat berkembang sewaktu-waktu," terangnya.

    Sementara, laporan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sejak Kamis dinihari, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas. Jarak luncur awan panas mencapai 1,2 kilometer ke arah barat daya.

    "Selain itu, juga teramati guguran dengan jarak luncur 300 hingga 700 meter mengarah ke barat daya," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida.

    Kegempaan hari ini tercatat sekali gempa guguran awan panas dan 50 kali gempa guguran. Adapun gempa fase banyak terjadi dua kali.

    Sampai kini, Gunung Merapi berstatus siaga. BPPTKG masih menetapkan jarak aman aktivitas manusia di luar radius lima kilometer dari puncak.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id