Lahan Pertanian di Bantul Terancam Banjir

    Media Indonesia.com - 28 November 2020 10:17 WIB
    Lahan Pertanian di Bantul Terancam Banjir
    Ilustrasi. Foto: MI/Hafidz
    Bantul: Lahan pertanian di tiga kecamatan wilayah Bantul, Yogyakarta, terancam terendam banjir. Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, DPPKP Bantul, Imawan Ekohandrianto, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menjadi ancaman terbesar wilayah pertanian di Bantul.

    "Kalau musim hujan itu lahan terendam. Potensinya ada di daerah selatan. Seperti, Kecamatan Sanden, Kecamatan Srandakan dan Kecamatan Kretek. Lahan di sana sekitar 10 hektare," kata Imawan, Sabtu, 28 November 2020.

    Baca: Massa Udara Basah Sebabkan Hujan Es di Bali

    Dia menjelaskan lahan pertanian di wilayah selatan yang rawan banjir juga dipengaruhi posisi yang dekat hilir sungai. Apabila debit air sungai tinggi akibat hujan deras, berpotensi meluap dan menggenangi lahan di sekitar sungai.

    "Karena debit air yang banyak bisa meluap ke persawahan. Terutama di daerah Srandakan itu ada pertemuan sungai. Sehingga air bisa meluap kalau debit air tinggi. Itu sering terjadi saat hujan," kata Imawan.

    Namun menurut Imawan selama musim hujan 2020/2021 yang berlangsung sejak awal November, belum ada lahan pertanian atau sawah yang rusak karena terendam. Sejauh ini dampak curah hujan tinggi masih teratasi dengan irigasi.

    "Kalau yang terendam bisa teratasi, karena debit masih terkendali. Sehingga secara alami sendiri. Memang ada beberapa daerah rendah yang airnya menggenang. Tapi, sudah bisa mengalir dengan sendirinya," ujarnya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id