Kopilot Fadly Sempat Berfoto bersama Keluarga sebelum Terbang dengan Sriwijaya Air

    Amaluddin - 11 Januari 2021 11:31 WIB
    Kopilot Fadly Sempat Berfoto bersama Keluarga sebelum Terbang dengan Sriwijaya Air
    Tim Basarnas Special Group (BSG) melakukan penyelaman untuk mencari puing dan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat/Antara/Indriarto Eko Suwarso.
    Surabaya: Kopilot maskapai Nam Air, Fadly Satrianto, warga asal Surabaya menjadi korban tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu, 9 Januari 2021. Sebelum terjadi kecelakaan, Fadly sempat mengajak tiga generasi keluarga untuk berfoto bersama.

    "Adik saya ini sempat mengajak tiga generasi keluarga yang isinya cowok semua untuk berfoto bersama. Saya baru sadar, mungkin ini firasat dari beliau," kata kakak Fadly Satrianto, Juan Setadi, Senin, 11 Januari 2021.

    Di mata keluarga, Fadly merupakan sosok periang. Almarhum juga sangat dekat dengan kedua orang tuanya, terutama sang ibu. 

    "Adik saya yang nomor tiga ini periang. Beliau paling ramai dibandingkan kami semua dan paling dekat dengan ibu," ucapnya.

    Saat kejadian, Fadly yang merupakan kru ekstra pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terbang ke Pontianak dengan tujuan untuk mengendarai pesawat lainnya.

    Baca juga: Polri Pastikan Tidak Ada Data Antemortem Ganda

    "Beliau sebagai kru ekstra dan duduk di bangku nomor 40. Jadi beliau ini naik Sriwijaya Air tujuan Pontianak untuk misi mengendarai pesawat lain dengan tujuan lain," ujar dia.

    Alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga tahun 2011 itu juga dikenang sebagai sosok yang pekerja keras dan tekun untuk meraih cita-citanya. 

    "Adik saya sangat pekerja keras. Dia dulu di Boeing menjadi kru kantor. Lalu mendapat kesempatan untuk pendidikan Boeing di tahun 2016-2017 sebagai kopilot," ungkap Juan.

    Seperti diketahui, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak mengalami kecelakaan, Sabtu, 9 Januari 2021. Sesaat setelah terbang, pesawat tersebut hilang kontak dengan menara kontrol. 

    Pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC itu total membawa 12 kru dan 50 penumpang, tujuh di antaranya anak-anak dan tiga lainnya bayi. Hingga saat ini, bangkai pesawat tersebut masih dalam proses pencarian di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id