comscore

4 Candi di DIY-Jateng Dicanangkan Jadi Pusat Peribadatan Umat Hindu dan Buddha di Dunia

Ahmad Mustaqim - 11 Februari 2022 17:52 WIB
4 Candi di DIY-Jateng Dicanangkan Jadi Pusat Peribadatan Umat Hindu dan Buddha di Dunia
Salah satu sudut penampakan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Medcom.id/ Mustaqim
Yogyakarta: Pemerintah mencanangkan empat candi, yakni Candi Prambanan (Daerah Istimewa Yogyakarta), Candi Borobudur, Candi Pawon, dan Candi Mendut (Jawa Tengah) menjadi tempat ibadah umat Hindu dan Buddha dari seluruh dunia.

Pencanangan ini telah dilakukan dengan melibatkan Kementerian Agama; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; Kementerian BUMN; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; serta Pemerintah DIY dan Pemerintah Provinsi Jateng.
"Kami harapkan candi-candi ini bisa jadi tempat ibadah umat Hindu dan Buddha di Indonesia dan dunia," kata Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Adung Abdul Rochman usai acara penandatanganan nota kesepakatan atau MoU di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat, 11 Februari 2022.

Baca: Kapolri Pastikan Prokes Hingga Pengamanan Pramusim MotoGP Berjalan Baik

Pokok-pokok Nota Kesepakatan empat menteri, Gubernur DIY, dan Gubernur Jateng itu menjadi penjabaran UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, terutama ketentuan Pasal 85 yang mengatur pemanfaatan cagar budaya, termasuk pemanfaatan untuk kepentingan agama, dan ketentuan Pasal 93 tentang peraturan pelaksanaan Undang-undang Cagar Budaya dalam Peraturan Pemerintah yang telah diundangkan sebagai PP Nomor 1 Tahun 2022.

Adung mengatakan keempat candi itu selama ini baru sebatas difungsikan untuk penelitian, pariwisata, dan kebudayaan. Melalui kesepakatan yang ditandatangai luring da daring itu ia berharap fungsi candi-candi tersebut bisa difungsikan untuk kegiatan peribadatan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian semangat Indonesia mweujudkan moderasi beragama, kerukunan antarumat beragama di tanah air. Artinya, pemanfaatan keempat candi bisa sekaligus untuk nilai-nilai spiritual dan pendidikan dari situs tersebut.

"Pemanfaatan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek pelestarian cagar budaya dan nilai-nilainya, serta tidak bertentangan dengan regulasi baik dari Pemerintah Indonesia maupun UNESCO," jelas Sri Sultan.

Ketua Umum Walubi, Hartati Murdaya, menyampaikan terima kasih atas langkah itu. Menurut dia, cara pemerintah menampilkan Candi Borobudur bisa menghubungkan dengan umat Buddha dari banyak negara. Ia berkeyakinan, langkah itu tak hanya berdampak pada spirit kerukunan antarumat beragama, namun juga perekonomian.

"Umat Buddha mempunyai banyak aliran, kalau semua tertarik mengunjungi Yogyakarta dan Jawa Tengah maka akan membawa dampak luar biasa," kata Hartati.

Salah satu tokoh umat Hindu, Anak Agung Ngr. Ari Dwipayana mengucapkan terima kasih pada Presiden Joko Widodo atas upayanya membantu merealisasikan kesepakatan pencanangan itu. Ia menilai, situs cagar budaya itu ke depan akan leih leluasa dimanfaatkan untuk ibadah bagi setiap umat yang bersangkutan.

"Kesepakatan ini untuk memanfaatkan candi bukan saja untuk kepentingan konservasi tapi juga untuk kepentingan yang lain termasuk ritual, ekonomi, dan ilmu pengetahuan," ujar lelaki yang menjabat Koordinator Staf Khusus Presiden Joko Widodo ini.

 

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id