comscore

Inspiratif, Kisah Hijrah Mantan Perampok

MetroTV - 14 April 2022 17:09 WIB
Inspiratif, Kisah Hijrah Mantan Perampok
Kisah hijrah mantan perampok. Foto: Dok/Metro TV
Kulonprogo: Mantan perampok emas hijrah dan kini menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al-Ghifari di Kulonprogo, Yogyakarta. Pria bernama Sandiman itu mengatakan, dulu ia tidak mengetahui tentang ajaran agama. Bahkan dia tak mengetahui soal dosa atau azab.

Sandiman, lahir di Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kulonprogo 59 tahun silam. Masa muda bapak dua anak dan empat cucu itu dihabiskan dengan melakukan sejumlah tindak kriminal. Ia bahkan pernah mencuri emas sebanyak 7 Kg. 
Sandiman dan teman-temannya berhasil menggasak logam mulia 7 Kg dari sebuah toko emas di wilayah Kota Yogyakarta. Namun pada tahun 1995, aksinya berujung antiklimaks. Polisi mencium pelaku merupakan kelompok  Sandiman, satu per satu perampok akhirnya diringkus.

“Zaman dulu saya tidak paham agama sama sekali, hanya tahu namun tidak takut kena azab karena tidak pernah mempelajari,” ujar mantan preman yang kini jadi pengasuh Pondok Pesantren Sandiman.

Sandiman yang sempat buron ke luar Jawa menjadi hal terakhir yang ditangkap. Ia dibekuk di Riau tidak lama setelah aksinya terbongkar, dan divonis 4 tahun penjara. Namun sanksinya dipangkas menjadi tiga tahun penjara. Pada tahun 1998, Sadiman kembali menghirup udara bebas. 

Kehidupan di Hotel Prodeo mengubah jalan hidup Sandiman, ketika saat itu Sandiman berusia 32 tahun, ia mulai mendalami Islam. Sejumlah warga binaan  mengajarkan salat dan mengaji hingga lancar.

“Saya ingin mencoba untuk mengenal agama. Dulu ada program pesantren dan ada teman-teman yang masuk ke dalam. Sehingga awal mula dari keluar penjara itu nggak punya apa-apa. Tapi saat itu ada beberapa tamu yang bersedia menjadi donatur. Selain itu ada peninggalan tanah almarhum ayah saya. Namun saat ini sudah saya wakafkan, awalnya ada 3.200 meter,” ujar Sandiman.

Sandiman mengatakan, awalnya hanya enam santri. Bahkan sebagian orang awalnya bertanya-tanya apakah saya sudah taubat atau belum. Namun pelan-pelan akan ia terbiasa. Sandiman berharap agar masyarakat dapat memahami semakin bisa mengambil hikmahnya karena ibadah itu menyenangkan. (Leres Anbara)

(MBM)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id