Keluarga Jangan Nekat Cari Korban Tambang Runtuh Bolmong

    Mulyadi Pontororing - 11 Maret 2019 16:31 WIB
    Keluarga Jangan Nekat Cari Korban Tambang Runtuh Bolmong
    Petugas Basarnas berada di dekat ekskavator yang digunakan untuk menggali jalur evakuasi pada proses pencarian korban di pertambangan emas tanpa izin (PETI) desa Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. ANTARA/Adwit B Pramono
    Manado: Polres Kotamobagu, Sulawesi Utara, mengimbau warga terlebih keluarga tak nekat mencari sisa korban yang belum ditemukan secara manual. Imbauan ini disampaikan lantaran beredar kabar pihak keluarga korban akan melanjutkan pencarian secara manual pascapenutupan evakuasi tim SAR gabungan, pada Kamis, 7 Maret.

    "Ini karena lokasi tambang busa yang ada di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sangat berbahaya bagi warga," kata Kapolres Kotamobagu AKBP Gani Fernando Siahaan di Kotamoabagu, Senin, 11 Maret 2019.

    Pencarian yang dilakukan warga tersebut dikhawatirkan hanya akan menimbulkan musibah baru. Apalagi lokasi yang tambang longsor sangat curam dengan struktur tanah yang labil.

    Tim SAR gabungan telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian dan evakuasi mengunakan alat berat. Namun, keadaan alam yang ekstrem sangat berbahaya sehingga proses evakuasi tak dapat dilanjutkan.

    "Kami juga akan segera menutup lokasi tersebut agar tidak ada para penambang yang melakukan aktivitas di lokasi tersebut. Apalagi lokasi tersebut milik perusahaan tambang emas PT J Resources," jelasnya.

    Tim SAR gabungan memutuskan menutup proses evakuasi korban tambang longsor di Desa Bakan, Lolayan, Bolmong, setelah terjadi beberapa longsor susulan. Longsor bahkan menutup mulut goa yang merupakan jalur evakuasi tim.

    Baca: Evakuasi Korban Longsor Tambang Bolmong Dihentikan

    Direktur Operasi Badan SAR Nasional Budi Purnama mengatakan penghentian pencarian telah melalui pertimbangan tim teknis perusahaan tambang. Salah satu alasannya adalah adanya indikasi reruntuhan batu lepasan yang terjadi berulang-ulang.

    "Sehingga kita sepakat pukul 19.00 WITA hanya bekerja selama tiga jam dan diasesmen apakah operasi masih berlanjut. Setelah tiga jam itu batu-batu lepas terus berjatuhan sehingga (pencarian) kita hentikan," ujarnya dalam Headline News Metro TV, Kamis, 7 Maret 2019.

    Sejak dimulainya proses evakuasi hingga ditutup, Tim SAR berhasil mengevakuasi 45 pekerja tambang yang tertimbun reruntuhan. 18 orang dinyatakan selamat dan 27 lainnya meninggal.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id