comscore

Puluhan Pinjol di Yogyakarta Beroperasi Ilegal

Ahmad Mustaqim - 15 Oktober 2021 11:24 WIB
Puluhan Pinjol di Yogyakarta Beroperasi Ilegal
Dirreskrimsus Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Arif Rahman (tengah depan) bersama jajaran Pda DIY saat menggerebek kantor Pinjol di Yogyakarta. (Foto: Medcom.id/ahmad mustaqim)
Yogyakarta: Aparat kepolisian menggerebek sebuah gedung diduga kantor pinjaman online (pinjol) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kamis malam, 14 Oktober 2021. Penggerebakan dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda DIY serta Polda Jawa Barat di kawasan Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Dir Reskrimsus Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Arif Rahman, mengatakan, sebanyak 86 orang ditangkap dalam penggerebekan itu. Puluhan orang itu berbagi peran dalam menjalankan pinjol.
"Sebanyak 83 orang sebagai operator dan penagih, dua orang HRD, dan satu orang sebagai manajer," kata Arif, Jumat, 15 Oktober 2021.

Kiprah pinjol di kota gudeg itu terendus dari seorang korban berinisial TM yang dirawat di rumah sakit akibat depresi. Penagih pinjol tersebut diduga melakukan tindakan tak manusiawi.

Baca juga: Jasad Bocah yang Diterkam Buaya Ditemukan

Dalam proses penyelidikan, terendus operasi pinjol di Yogyakarta. Tak selang lama penelusuran, lokasi kantor pinjol ditemukan di perbatasan Kabupaten Sleman dengan Kota Yogyakarta.

"(Hasil penelusuran) ada satu orang debt collector sangat relevan (dengan informasi) korban, termasuk bukti digital. Kami akan lakukan penyidikan," kata dia.

Temuan sementara, pinjol tersebut memakai satu aplikasi untuk operasi. Sedangkan, ada 23 aplikasi pinjol yang dioperasikan ilegal. Ia mengatakan, 23 aplikasi pinjol tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Ada satu aplikasi untuk kelabuhi seakan legal. Satu aplikasi terdaftar di OJK yaitu One Hope," ungkapnya.

Arif menambahkan, pihaknya masih akan memeriksa semua pihak yang mengoperasikan pinjol itu. Pihaknya mengaku belum bisa memberikan informasi lebih.

Adapun dalam penggerebekan itu, polisi menyita dua kendaraan roda empat, 53 sepeda motor, serta 105 komputer dan 105 gawai.

"Dari hasil penyelidikan menunjukan pelaku berasal dari lokasi yang kami lakukan penggrebekan," imbuh dia.

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id