Gereja di Bekasi Diminta Lakukan Ibadah Natal Secara Hybrid

    Antonio - 26 November 2021 16:22 WIB
    Gereja di Bekasi Diminta Lakukan Ibadah Natal Secara Hybrid
    Dekorasi pohon natal. Foto: Bruno Martins/Unsplash.com



    Bekasi: Gereja di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, diminta melakukan ibadah Hari Raya Natal 2021 secara hybrid. Hal itu sebagai salah satu upaya pencegahan covid-19 pada akhir tahun. 

    Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menyatakan gereja di wilayahnya agar membentuk Satuan Tugas Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 yang berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bekasi.

     



    Dia mengatakan, jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan Natal secara kolektif tidak melebihi 50 persen dari kapasitas total gereja. Sisanya, dapat mengikuti ibadah secara daring.

    "Diselenggarakan secara hybrid (ibadah Natal), yaitu secara berjemaah atau kolekif di gereja dan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan obh para pengurus dan pengelola gereja," katanya, Jumat, 26 November 2021.

    Baca: Kota Bandung Larang Pesta Tahun Baru

    Dia mengatakan, pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga.

    Rahmat menambahkan, pengurus dan pengelola gereja wajib untuk melakukan sejumlah hal dalam penyelenggaraan ibadah dan perayaan Natal.

    Yakni, menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area gereja dan melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area gereja.

    Kemudian, menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk dan keluar dari gereja. "Serta hanya yang berkategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk," katanya.

    Baca: DIY Kaji Penerapan Ganjil Genap saat Natal dan Tahun Baru

    Selanjutnya, para pengurus gereja juga wajib mengatur arus mobilitas jemaat dan pintu masuk dan pintu keluar (exit) gereja guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

    Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar gereja, menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna gereja. Serta menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak satu meter.

    "Dan melakukan pengaturan jumlah jemaat atau umat atau pengguna gereja yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak," tuturnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id