5.593 Peserta Ikuti SKD CPNS 2020 di Surabaya

    Syaikhul Hadi - 10 Februari 2020 19:40 WIB
    5.593 Peserta Ikuti SKD CPNS 2020 di Surabaya
    Ilustrasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Surabaya tahun 2020, Senin, 10 Februari 2020. Medcom.id/ Syaikhul Hadi
    Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2020. Sedikitnya ada sekitar 5593 peserta CPNS Kota Surabaya yang sudah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian SKD. 

    Pelaksanaan SKD berlangsung sejak 9-13 Februari 2020 dan bertempat di Gelanggang Remaja Surabaya, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambak Sari Surabaya.

    "Jadi pelaksanaan SKD terbagi lima hari, seharinya itu ada lima sesi. Tapi untuk hari pertama dan terakhir empat sesi. Satu sesi kita siapkan 250 komputer, jadi (satu sesi) ada 250 peserta," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, Senin, 10 Februari 2020.

    Untuk mendukung pelaksanaan SKD ini, Pemkot Surabaya telah menyiapkan berbagai fasilitas sarana dan prasarana. Mulai tempat parkir, penitipan barang, ruang registrasi dan pengarahan, ruang kesehatan hingga stand UKM. 

    "Untuk sarpras memang kita buat senyaman mungkin buat peserta. Kita juga siapkan UKM untuk njagani bagi peserta dari luar kota yang belum makan," jelas Mia.

    Selain itu pihaknya juga menyiapkan dua monitor yang terhubung langsung dengan CCTV (Closed Circuit Television) di ruang ujian. Melalui monitor tersebut, petugas dapat memantau secara live view suasana di ruang ujian. 

    "Jadi selama peserta mengerjakan soal di dalam ruang ujian, kita juga bisa melihat suasana di dalam," ungkap Mia.

    Sementara Kepala Bidang Pengembangan dan Penilaian Kinerja, BKD Kota Surabaya, Hendri Rahmanto, menjelaskan sebelum mengikuti ujian SKD, peserta akan melewati beberapa tahapan. Mulai penitipan barang bawaan, screening menggunakan metal detector, hingga registrasi pengecekan data kependudukan dengan data peserta.

    "Kalau memang dari tahapan itu sudah selesai, maka yang bersangkutan harus melalui ruang transit untuk diberikan pengarahan bagaimana mekanisme proses ujian di dalam gedung," kata Hendri.

    Peserta diperkenankan untuk bergeser ke ruang ujian dan melaksanakan seleksi kompetensi dasar melalui sistem Computer Asissted Test (CAT) yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) setelah melalui proses tersebut. "Jadi pada saat ujian, peserta hanya diperbolehkan membawa KTP dan kartu peserta ujian," ungkap Hendri.

    Menurut Hendri metode CAT ini dinilai lebih transparan dari sebelumnya. Sebab, peserta melaksanakan ujian menggunakan sistem di komputer. Di samping itu, peserta juga mendapatkan soal ujian yang berbeda dengan peserta lain. Metode ini akuntabilitasnya juga lebih terjamin dan bisa dipertanggungjawabkan. 

    "Terlebih, para peserta juga dapat langsung melihat skor atau hasil nilai ujian. Begitu selesai yang bersangkutan melakukan proses penyimpanan jawaban itu langsung diketahui dia mendapat skor (nilai) berapa, masing-masing tipe soal," kata Hendri. 

    Terdapat tiga tipe soal dalam system CAT ini. Yakni tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dan Tes Intelegensia Umum (TIU).





    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id