92% Kasus Covid-19 di Bantul OTG

    Antara - 02 Agustus 2020 10:11 WIB
    92% Kasus Covid-19 di Bantul OTG
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Bantul: Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut 92 persen dari total kasus konfirmasi positif covid-19 di wilayahnya merupakan orang tanpa gejala (OTG). Pasien umumnya tidak menunjukkan keluhan atau gejala terkena virus.

    "Kasus selebihnya ada komorbid (penyakit penyerta) seperti hipertensi, jantung, atau penyakit paru," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa, Sabtu, 1 Agustus 2020.

    Ia mengungkapkan total kasus positif covid-19 di Bantul yang terdata pada laman media sosial Dinas Kesehatan Bantul, hingga Sabtu, berjumlah 245 orang, dengan angka kesembuhan 125 orang, dan meninggal enam orang.

    Menurutnya, mayoritas pasien OTG ditemukan terpapar virus korona setelah serangkaian tes masif baik rapid diagnostic test massal maupun tes usap (swab) PCR, yang menyasar tenaga kesehatan dan pelaku perjalanan dari daerah risiko tinggi penyebaran covid-19. 

    Sri Wahyu mengatakan pasien positif covid-19 yang berasal dari pelaku perjalanan atau punya riwayat perjalanan dari luar DIY sekitar 40 persen dari seluruh jumlah kasus positif.

    Baca juga: Ratusan Warga Aceh Barat Masih Dilanda Banjir

    "Namun (kasus positif) yang 60 persen itu bukan berarti riwayat yang lain. Tetapi 60 persen ini mereka yang kontak erat dengan pelaku perjalanannya (yang kemudian positif) atau transmisi lokal, jadi dia tertular dari yang 40 persen itu," jelasnya.

    Lebih lanjut, kata dia, sebelum dikonfirmasi positif, para pelaku perjalanan tersebut kontak dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman lingkungan saat bersosialisasi. Sehingga, kasus OTG berkembang menjadi lebih banyak.

    "Tetapi kita tidak melihat dari mana dia berasal, karena cukup sulit untuk mendeteksi apakah dia (pasien positif) dari tempat yang zona berisiko tinggi ataukah dari tempat lain, kita sekarang memang cukup sulit," kata dia.

    Menurut dia, saat ini Gugus Tugas hanya bisa mendeteksi dan menganalisis mereka yang ditemukan positif merupakan orang-orang yang sebelumnya telah melakukan perjalanan.

    "Jadi kemungkinan besar bahwa mereka itu mendapatkan infeksi sudah dari awal pada saat dia datang masuk ke wilayah DIY atau Bantul," kata dia.

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id