Bantuan Pangan Nontunai Warga Jatim Cair Akhir April

    Amaluddin - 10 April 2020 15:21 WIB
    Bantuan Pangan Nontunai Warga Jatim Cair Akhir April
    Gubernur Jawa TImur Khofifah Indar Parawansa/Medcom.id/Amaluddin.
    Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencairkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akhir bulan ini. Tercatat ada 3,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdampak covid-19 (korona)  yang bakal menerima bantuan dari pemerintah pusat itu.

    "Distribusinya kemungkinan minggu ketiga atau keempat bulan April ini, mengikuti jadwal BPNT Pusat. Karena kita menggunakan himpunan bank negara seperti yang digunakan pemerintah, dengan format yang sama. Mereka yang menjadi penerima itu adalah warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sementara yang non-DTKS  datanya sedang difinalkan," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Jumat, 10 April 2020.

    Khofifah bersyukur pemerintah pusat menambah kouta penerima BPNT bagi warga Jatim terdampak korona. Tambahannya sebanyak 1,042 juta KPM dari semula 2,7 juta. Mereka akan menerima bantuan BPNT sebesar Rp200 ribu setiap bulannya.

    "Kami sudah koordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dimana akan ada tambahan top up penerima BPNT untuk  masyarakat perkotaan di Jatim sebanyak 1,042 juta," ujarnya.

    Baca: Pemprov Jatim Tambah 10 RS Rujukan Covid-19

    Bantuan BPNT dari pusat itu serupa dengan sistem penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH). Penerima bantuan jaring pengaman sosial di tengah pandemi korona ini, mendapatkan akses pemenuhan kebutuhan sembako.

    "Di mana penyalurannya nanti dalam koordinasi dengan Bank Himbara, yang disalurkan melalui kios-kios yang tersedia," jelas Khofifah.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, menambahkan telah berkoordinasi dan bersinergi dengan Kemensos, terkait masyarakat yang perlu mendapat bantuan tersebut. "Salah satunya Jatim mendapat tambahan 1,042 juta penerima BPNT mulai April mendatang. Nilainya juga ditambah dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu per KPM," kata Emil.

    Menurut Emil, 1 juta PKM tambahan itu didominasi warga perkotaan yang terdampak covid-19. Bebannya lebih berat dibandingkan warga yang tinggal di desa. Sebab warga desa masih memiliki akses pertanian untuk bertahan hidup.

    "Di satu sisi, jumlah pekerja yang mengalami PHK akibat cari kebijakan penanganan covid-19 di Jatim sudah mencapai 3.315 orang. Mereka ini juga membutuhkan tambahan untuk menyambung hidup karena sudah tidak berpenghasilan lagi," jelas Emil.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id