Bupati Nonaktif Sidoarjo Didakwa Terima Suap

    Antara - 03 Juni 2020 17:32 WIB
    Bupati Nonaktif Sidoarjo Didakwa Terima Suap
    Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah sesaat sebelum menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya (ANTARA/Indra)
    Sidoarjo: Bupati Sidoarjo nonaktif, Saiful Ilah, menjalani sidang perdana kasus suap di Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga (PUBM) Kabupaten Sidoarjo Rp1,4 miliar. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, 3 Juni 2020.

    Jaksa KPK, Arif Suhermanto, mengatakan terdakwa Saiful Ilah bersama sejumlah ASN di Pemkab Sidoarjo menerima suap dari dua pengusaha kontraktor, Ibnu Gofur dan Totok Sumedi untuk memenangkan beberapa tender sejumlah proyek infrastruktur di Pemkab Sidoarjo.

    "Uang tersebut sebagai hadiah dari Ibnu Gofur dan Totok Sumedi atas pemenangan paket paket pembangunan di Pemkab Sidoarjo tahun anggaran 2019 di Pemkab Sidoarjo," kata Arif, saat membacakan surat dakwaan, di PN Tipikor Surabaya, Rabu, 3 Juni 2020.

    Dia mengemukakan, selain ke Saiful Illah tiga orang ASN di lingkungan Pemkab Sidoarjo juga didakwa menerima suap pada kasus yang sama.

    Mereka adalah Kadis PUBM Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih, Kabid Bina Marga Dinas PUBM SDA yang juga Ppkom Judi Tetrahastoto dan Kabag ULP Sanadjihitu Sangadji.

    "Saiful Ilah menerima Rp550 juta Suharti menerima Rp227 juta, Tertahstoto menerima Rp350 juta, Sangadji menerima Rp330 juta," ungkapnya.

    Dia menerangkan, Saiful Ilah ditangkap oleh KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) dan berhasil menyita uang tunai sebesar Rp350 juta rupiah pada 7 Januari 2020 sekitar jam 17.10 WIB.

    "Saat menerima uang dari Ibnu Gofur, KPK melakukan operasi tangkap tangan. Uang diberikan di pendopo delta wibawa Pemkab Sidoarjo," imbuhnya.

    Atas dakwaan tersebut, Saiful Illah melalui tim penasehat hukumnya akan mengajukan eksepsi.

    "Setelah mendengar isi dakwaan, uraian dakwaan, kami mengajukan keberatan," kata ketua tim penasehat hukum terdakwa, Samsul Huda.

    Selanjutnya, Hakim Cokorda Gede Arthana menutup persidangan. Cokorda mengatakan persidangan dilanjutkan pada Senin, 8 Juni 2020, dengan agenda pembacaan eksepsi.

    Saiful Ilah didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Sementara itu, tiga terdakwa lainnya yaitu Kadis PUBM Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih, Kabid Bina Marga Dinas PUBM SDA yang juga Ppkom Judi Tetrahastoto dan Kabag ULP Sanadjihitu Sangadji, juga turut disidangkan pada hari ini.

    Jaksa KPK Arif Suhermanto mengatakan jika dakwaan yang diberikan kepada tiga terdakwa itu sama dengan yang didakwakan kepada Saiful Ilah.

    "Uang total suap sebanyak Rp1,4 miliar. Namun untuk ketiga terdakwa tidak mengajukan eksepsi dan langsung pada pembuktian," katanya usai persidangan.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id