BST Masih Sangat Dibutuhkan, KPM: Pak Jokowi, Tolong Diperpanjang

    Gervin Nathaniel Purba - 15 April 2021 11:52 WIB
    BST Masih Sangat Dibutuhkan, KPM: Pak Jokowi, Tolong Diperpanjang
    Ilustrasi. Petugas Pos Indonesia memotret KPM penerima BST. (Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas)



    Bandung: Keluarga penerima manfaat (KPM) asal Bandung menyuarakan harapannya agar bantuan sosial tunai (BST) dapat diperpanjang. Kementerian Sosial (Kemensos) belum memberikan tanda untuk memperpanjang penyaluran BST yang akan berakhir pada April ini.

    BST sangat bermanfaat bagi para KPM, khususnya mereka yang mengalami dampak dari pandemi covid-19. Kondisi mereka semakin terpuruk. Dalam kondisi ini, mereka menaruh harapan pada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang mampu mengubah kebijakan tersebut. 






    "Kami masih sangat membutuhkan sekali. Uang segini bagi kita sangat berarti. Bisa nambah buat jajan anak juga. Jika berkenan, tolong diperpanjang Pak Jokowi hingga pandemi covid-19 berakhir," ujar Nurfitri, KPM dari Kelurahan Cikawao, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, dikutip keterangan tertulis, Kamis, 15 April 2021. 

    Nurfitri juga tidak ingin berada dalam kondisi ini selamanya. Dia masih bersyukur bisa memperoleh penghasilan dari dagangan suaminya ketimbang diberi bantuan secara terus menerus. 

    Sayangnya, kondisi pandemi covid-19 sangat berdampak pada dagangan suaminya. Penghasilannya turun drastis akibat pandemi covid-19. Nurfitri sebagai ibu rumah tangga juga tidak bisa berbuat banyak selain membantu dagangan suami semampunya. 

    "Pendapatannya jauh berbeda sekali. Sangat kurang dari ini. Kalau biasanya sehari bisa buat jajan anak dan masih bisa buat nyimpen, sekarang mah susah buat nyimpen," tutur Nurfitri.

    Nilai bantuan BST sebesar Rp300 ribu per KPM. Untuk tahap 12 dan 13 saat ini, Nurfitri mendapatkan Rp600 ribu, yang artinya Nurfitri mendapatkannya selama dua bulan. 

    Biasanya, Nurfitri menggunakan uang dari BST tersebut untuk keperluan bahan pokok, seperti beras. Sisanya, dia gunakan untuk membayar listrik, paket kuota internet, dan juga untuk jajan anak. 

    BST Masih Sangat Dibutuhkan, KPM: Pak Jokowi, Tolong Diperpanjang
    (BST sangat bermanfaat bagi para KPM, khususnya mereka yang mengalami dampak dari pandemi covid-19. Foto: Renjana Pictures/Febri)

    Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh Wiwit Witia, masih satu kecamatan dengan Nurfitri. Sama seperti Nurfitri, Wiwit juga menggantungkan sumber pendapatan keluarga dari suaminya.

    Akan tetapi, kondisi pandemi covid-19 membuat pendapatan suaminya tidak stabil. Upah yang didapati suaminya hanya seperempat dari upah biasanya. 

    "BST sangat membantu untuk semuanya. Untuk keperluan sehari-hari dan anak. Apalagi anak masih tiga tahun." kata Wiwit.

    Mendengar BST hanya sampai April, Wiwit terkejut. Sementara itu, biaya kebutuhan juga masih banyak yang belum terjangkau. Ditambah, kondisi kedua orangtuanya yang juga sudah tidak bekerja.

    "Kalau bisa BST diperpanjang. Apalagi saat ini sedang bulan Ramadan. Belum lagi untuk kebutuhan Idulfitri. Masih kurang persiapan," kata Wiwit. 

    Selain memikirkan nasibnya, dia juga ikut simpati terhadap nasib para tetangganya. Menurut dia, masih banyak tetangganya yang masih perlu diperhatikan juga akibat dampak dari pandemi ini. 

    "Saya suka bagi-bagi sedikit kalau ada rezeki. Maka dari itu, semoga BST diperpanjang," katanya. 

    BST Masih Sangat Dibutuhkan, KPM: Pak Jokowi, Tolong Diperpanjang
    (KPM menggunakan BST untuk membeli kebutuhan pokok. Foto: Renjana Pictures/Febri)

    Penyaluran BST Patuhi Prokes

    Penyaluran BST untuk KPM asal Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, dinilai sudah mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Mekanisme penyalurannya, para KPM mengambil langsung ke kantor Pos.

    Menurut salah satu KPM, Nani Suryani, proses pengambilan BST berlangsung tertib dan nyaman. Para KPM juga patuh menjaga jarak dengan KPM lainnya ketika menunggu.

    "Mengambil BST harus menggunakan masker. Kalau tidak, pasti kena tegur," ujar Nani. 

    Hal senada juga diungkapkan Mimih Yuningsih. Mimih mengungkapkan bawha penyaluran BST juga berlangsung tertib. Prosesnya juga tidak dipersulit. 

    "Tinggal siapin KTP dan KK asli dan fotocopy, suami istri. Terus difoto," kata Mimih.

    Sebagai informasi, ada tiga cara yang dilakukan PT Pos Indonesia (Persero) dalam menyalurkan BST, yakni penyaluran di kantor Pos, menyambangi langsung rumah KPM, dan melalui komunitas.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id