Penyebab 52 Paus Terdampar di Perairan Madura Diteliti

    Amaluddin - 19 Februari 2021 16:24 WIB
    Penyebab 52 Paus Terdampar di Perairan Madura Diteliti
    Paus di perairan pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Kamis, 18 Februari 2021. (dok: Humas Pemprov Jatim)
    Surabaya: Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali (BKSDA) Jawa Timur, tengah menyelidiki terdamparnya puluhan paus di pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Kamis, 18 Februari 2021. Kini, sebagian besar paus berjenis pilot itu mati.

    "Kami masih harus melakukan penelitian, dan membutuhkan waktu setidaknya tiga hari. Nanti  saya akan sampaikan semua penyebabnya kenapa kok bisa terdampar," kata Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA Wilayah II Jatim, RM. Wiwied Widodo, dikonfirmasi, Jumat, 19 Februari 2021.

    Menurut Widodo, kejadian kali ini langka karena jumlah paus yang terdampar mencapai 52 ekor, atau merupakan satu koloni. Lantaran, kata dia, paus yang terdampar masih dalam hitungan jari.

    Baca: 46 Paus Mati Terdampar di Perairan Bangkalan Madura

    "Banyak kemungkinan yang menjadi penyebab terdamparnya paus. Misalnya, ada satu ekor paus minggir dan lepas dari koloninya, bisa terjadi seperti di Paiton, tapi itu hanya satu ekor. Kalau dalam satu koloni kan aneh," terangnya.

    Widodo mengatakan, paus merupakan mamalia yang memiliki sonar atau alat navigasi. Ketika tidak ada gangguan pada sonarnya, maka jalur yang ditempuh, seharusnya sesuai dengan rel navigasinya.

    "Enggak mungkin belok terus terdampak. Berarti ini ada gangguan terhadap sonarnya," ujarnya.

    Widodo menerangkan, ada beberapa hal penyebab gangguan pada sonar paus. Misalnya ada tekanan dari bawah patahan seperti gempa, atau karena adanya limbah yang mengganggu sonar paus terssbut.

    Baca: Paus Berukuran 5 Meter Terdampar di Perairan OKI Sumsel

    Selain itu, juga bisa disebabkan karena koloni paus menemukan makanan di sekitar daerah tempat terdampar. Sehingga terpancing keluar dari navigasi sonar.

    "Untuk kepastiannya harus melakukan penelitian terlebih dahulu.  Kami akan ambil sampel semua sonarnya, terjadi apa sebenarnya. Ini juga kita ambil sampelnya. Karena berbelok dari rel navigasinya," terangnya.

    Widodo kemudian meluruskan, jumlah paus yang terdampar ssbanyak 52 ekor. Dari jumlah tersebut, 49 ekor ditemukan mati dan tiga sisanya ditemukan dalam keadaan hidup. Tiga ekor paus yang ditemukan hidup telah digiring dan dilepaskan ke laut.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id