Kebijakan Penanganan Banjir di Kudus Dinilai Perlu Kajian Ulang

    Antara - 16 Februari 2021 09:35 WIB
    Kebijakan Penanganan Banjir di Kudus Dinilai Perlu Kajian Ulang
    Kondisi pendistribusian bantuan untuk korban banjir di Jawa Tengah. ANTARA/HO-Dokumentasi.



    Kudus: Penanggulangan bencana alam atau banjir di Kabupaten Kudus dan kabupaten sekitarnya dinilai belum maksimal. Anggota DPRD Jateng, Mawahib Afkar, menilai indikasi belum maksimal penangan yaitu banjir yang masih kerap melanda wilayah tersebut.

    "Kami pastikan, pemerintah juga sudah menyiapkan regulasi dengan segenap konsiderasinya. Namun dalam praktiknya masih saja belum maksimal," kata Mawahib, Selasa, 16 Februari 2021.




    Baca: Angka Kemiskinan di Sulsel Naik

    Dia menjelaskan bahkan di Jateng bencana alam seperti banjir dan tanah longsor selalu saja menjadi tradisi rutin selain erupsi Merapi yang masih selalu mengintai. Menurutnya harus dilakukan pengkajian ulang atas kebijakan secara mendesak untuk pemetaan skala prioritas.

    Mawahib mengatakan bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Kudus dan sekitarnya pada awal 2021, bertubi-tubi melanda disusul bencana tanah longsor di Kecamatan Gebog. Hulu hilir banjir selama ini selalu menjadi kegelisahan masyarakat yang terlintasi genangan banjir baik antardesa antarkecamatan maupun antarkota.

    "Sudah saatnya penanganan banjir hulu sampai hilir menjadi skala prioritas kebijakan pembangunan dan langkah persuasif di semua tingkat pemerintah agar banjir terurai," jelas Mawahib.

    Ia menganggap program desa tangguh bencana (Destana) sesuai Perka BNPB nomor 01/2012, belum tersosialisasi dengan baik hingga ke tingkat pemerintahan desa. Padahal program ini sangat baik setidaknya risiko bencana di tingkat lokal bisa diminimalkan.


     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id