Gunung Merapi Punya Gundukan Material Baru

    Ahmad Mustaqim - 10 Januari 2021 11:44 WIB
    Gunung Merapi Punya Gundukan Material Baru
    Gunung Merapi difoto dari kawasan Kaliurang, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (18/11/2020). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
    Yogyakarta: Gunung Merapi diduga memiliki kubah lava. Kemunculan kubah lava telah teramati sejak 4 Januari 2021 dan terpantau material baru di area kawah gunung tersebut.

    Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan awal kemunculan kubah lava mulai terbaca pada 31 Desember 2020. Saat itu, inflasi magma dari dalam perut gunung ke puncak menguat.

    "Saat itulah kubah lava mulai muncul, 4 Januari (2021). Ada gundukan material baru dan sebagian longsor ke arah barat daya," kata Hanik di Yogyakarta, Minggu, 10 Januari 2021.

    Baca: Menhub dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Ditemukannya Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

    Hanik menjelaskan gundukan yang akhirnya menjadi kubah lava itu berada di tepi bibir kawah 1997. Posisinya di lereng cekungan kawah.

    Selain itu, BPPTKG juga melihat adanya material baru di tengah kawah. Meskipun material anyar di tengah itu belum dipastikan menjadi kubah lava ke dua atau bukan.

    "(Material) yang di tengah, hasil pengamatan belum terlihat. Mudah-mudahan ini indikasi ada, tapi perlu confirm (hasil pengamatan) lebih lanjut," ungkapnya.

    Ia menyatakan belum bisa mengukur volume kubah lava yang terbentuk, baik yang ada di atas material 1997 maupun di tengah kawah. Di sisi lain, kubah lava yang ada di tebing juga belum diketahui apakah kokoh atau mudah runtuh sehingga menyebabkan guguran lava.

    "Karena posisinya di lereng, tidak stabil. (Setiap kali) lava muncul langsung menjadi lava pijar. Beda dengan kubah lava 2018 atau sebelumnya yang (berada) di tengah, bisa dilihat saat awal kemunculan, tak langsung ada lava pijar. Ini begitu muncul ada lava pijar," jelasnya.

    Ia menambahkan munculnya kubah lava memang akan ada risiko bahaya. Namun, pihaknya masih menanti perkembangan seberapa besar perkembangan kubah lava, termasuk daerah rawan terdampak guguran awan panas maupun lava pijar.

    "Kalau (material di tengah kawah) tidak berkembang, (dampak erupsi) ke kali Gendol lebih kecil. Sekarang yang ada kubah lava di lereng," ungkapnya.

    Status Gunung Merapi masih siaga sampai saat ini. BPPTKG mengingatkan tak boleh ada aktivitas manusia di dalam radius lima kilometer dari puncak Gunung Merapi.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id