Warga DIY Tak Pakai Masker Didominasi Milenial

    Antara - 15 Oktober 2020 17:11 WIB
    Warga DIY Tak Pakai Masker Didominasi Milenial
    Ilustrasi pelanggar aturan protokol kesehatan diberi sanksi menyapu jalan. (Foto: MI/Heri Susetyo)
    Yogyakarta: Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan pelanggaran penggunaan masker masih didominasi oleh kalangan milenial atau warga dengan rentang usia 20-30 tahun.

    "Pelanggaran terbanyak di usia 20-30 tahun, kebanyakan mahasiswa dan pelajar," kata Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Noviar Rahmad, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Berdasarkan pemantauan Satpol PP DIY di lima kabupaten/kota, sebagian besar kalangan milenial yang melakukan pelanggaran mengaku enggan menggunakan masker karena merasa tidak nyaman saat beraktivitas di luar ruang.

    "Rata-rata membawa (masker), tetapi tidak digunakan. Hanya ditaruh di dompet, di saku, atau di tas," ujar Kepala Satpol PP DIY ini.

    Baca juga: Satgas Covid-19 Medan Ultimatum Sejumlah Pelaku Usaha

    Noviar berharap sosialisasi mengenai pentingnya pemakaian masker oleh pemerintah kabupaten/kota bisa digencarkan di kalangan milenial. Menurutnya, penyampaian sosialisasi harus dilakukan dengan cara yang digemari kalangan mereka.

    "Penyampaian lebih mengena jika dilakukan kalangan mereka sendiri. Mungkin bisa digencarkan lewat media sosial," ungkapnya.

    Ia menyebutkan selama operasi penertiban protokol kesehatan sejak 1-14 Oktober 2020, Satpol PP DIY telah menindak 3.582 orang yang tidak menggunakan masker.

    Sanksi yang dikenakan kepada pelanggar tetap merujuk Peraturan Gubernur DIY Nomor 77 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, yakni berupa sanksi sosial seperti menyapu, memunguti sampah, sampai menyanyi.

    Selanjutnya, terkait pelanggaran protokol kesehatan di tempat usaha, tercatat 45 pengelola tempat usaha yang melakukan pelanggaran dan telah dipanggil untuk dibina di Kantor Satpol PP DIY.

    Angka pelanggaran itu, menurut dia, mencerminkan bahwa kesadaran masyarakat di DIY menerapkan protokol kesehatan belum meningkat.

    "Jadi, dari hari ke hari secara umum tidak menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat di DIY," sebut dia.

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id