Pemkot Surabaya Isi Ulang 200 Tabung Oksigen RS Per Hari

    Antara - 21 Juli 2021 21:36 WIB
    Pemkot Surabaya Isi Ulang 200 Tabung Oksigen RS Per Hari
    Petugas membantu warga mengisi tabung oksigen secara gratis di halaman Kantor Dinas Perhubungan Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 17 Juli 2021. ANTARA FOTO/ Umarul Faruq



    Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya membantu pengisian ulang 200 lebih tabung oksigen di rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan oksigen bagi warga yang sedang menjalani perawatan medis.

    "Setidaknya ada sebanyak 200 lebih tabung oksigen yang setiap harinya diisi ulang. Itu kira-kira kami melayani dengan 9 unit pick up on call," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, di Surabaya, Rabu, 21 Juli 2021.

     



    Baca: Bupati Mempawah Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

    Dia menjelaskan Pemkot Surabaya membantu pengisian ulang tabung oksigen secara mobilisasi atau mengambil oksigen dari stasiun pengisian dan mentransfernya ke beberapa tabung milik rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat.

    Menurutnya pengisian tabung oksigen dengan cara mobilisasi dilakukan sebagai langkah percepatan untuk menunjang fasilitas kesehatan. Utamanya, memenuhi ketersediaan oksigen bagi warga yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

    "Jadi di setiap rumah sakit itu ada tabung-tabung oksigen yang telah disiapkan," jelas Febri.

    Transfer atau pengisian ulang oksigen dilakukan di Asrama Haji, Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT), RSUD dr Soewandhie, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) hingga PKM Medokan Ayu dan Simomulyo.

    Data Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Kota Surabaya tanggal 20 Juli 2021 mencatat, ada sebanyak 207 tabung oksigen ukuran besar atau 6 meter kubik (m3) yang dilakukan transfer pengisian. Sedangkan untuk ukuran kecil atau 1 meter kubik (m3), ada 45 tabung oksigen.

    Febri menyebut untuk RSUD BDH, pengisian ulang tabung oksigen dilakukan dua kali jalan atau dua rit. Ini dikarenakan jumlah tabung oksigen yang dimiliki pemkot untuk mentransfer juga terbatas.

    "Karena memang terbatas tabungnya. Misalkan, ambil 40 (tabung) nanti kemudian balik lagi (mengisi) yang kosong lagi," ujarnya.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id