Pelaku Perdagangan Manusia Muncikari 'Mami Ambar' Ditangkap

    Amaluddin - 25 November 2021 13:10 WIB
    Pelaku Perdagangan Manusia Muncikari <i>Mami Ambar</i> Ditangkap
    Polda Jatim merilis kasus jual puluhan perempuan untuk pria hidung belang. (Medcom.id/Amal)



    Surabaya: Polda Jawa Timur menangkap seorang perempuan berinisial NS alias Mami Ambar muncikari yang menjual 29 wanita di Kabupaten Lumajang. Puluhan perempuan itu dijual untuk melayani para pria hidung belang

    "Pelaku ini melakukan perbuatannya sudah berjalan sekitar dua tahun," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko, di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis, 25 November 2021.

     



    Gatot mengatakan, kasus ini terungkap pukul 00.30 WIB di Wisma Penantian, Dusun Suko, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, pada 16 November 2021 lalu. Tersangka NS ditangkap setelah laporan dari salah satu korban, yang berhasil melarikan diri dan melapor ke polisi.

    Berdasar keterangan yang ada, pelaku mengaku sudah melakukan aksinya selama dua tahun di wisma tersebut. Modusnya, pelaku menawarkan pekerjaan di Bali dengan bayaran Rp5 juta hingga Rp15 Juta melalui media sosial Facebook.  Saat ini ada 29 orang yang tergiur untuk bergabung. Rinciannya terdiri dari 23 wanita dewasa dan enam wanita di bawah umur.

    Baca: Mesum di Lapangan Desa, Sepasang Pelajar Diciduk Warga

    "Bayarannya untuk dia melakukan tindakan asusila hanya dibayar Rp200 ribu. Total ada 29 perempuan yang ditampung rata-rata berasal dari Bandung, Lampung, Jakarta dan beberapa daerah lainnya," ujarnya.

    Dalam aksinya, berdasar kesaksian pelapor tidak ada ancaman yang diberikan tersangka. Hanya saja, mereka dijanjikan diberi pekerjaan sebagai ladies companion (LC) di Bali. "Beroperasi selama dua tahun, belum ada satupun yang dikirim ke Bali. Malah mereka dipekerjakan sebagai tuna susila (PSK)," katanya.

    Polisi menyita beberapa barang bukti terdiri dari uang senilai Rp5.670.000, satu buku tamu, satu box alat kontrasepsi, 10 alat kontrasepsi bekas, empat buah pelumas seks, enam lembar kartu keluarga terlegalisir milik anak di bawah umur dan satu unit mobil.

    Atas perbuatannya, tersangka dikenakan ancaman pidana Pasal 2 juncto Pasal 17 dan/atau Pasal 12 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dengan denda Rp600 juta.


    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id